Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of the Indonesian Diaspora Network-Netherlands in Shaping the Transnational Social Space of the Indonesian Diaspora in the Netherlands Bintang Corvi Diphda; Putri Alyaa Safira; Gertha Maria Gultom; Yoga Ramadhani; Angelique Kishiola Prima Foraihmbarasi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisplin Indonesia (JIM-ID) November 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia’s long historical ties with the Netherlands have produced a diverse diaspora whose organizations shape cross-border relations, yet their concrete roles and mechanisms remain underexplored. This study asks how the Indonesian Diaspora Network-Netherlands (IDN-NL) helps form and sustain a transnational social space linking communities in the Netherlands with Indonesia. Using a library-based design, it analyzes documentary sources from 2013 to 2025, including organizational materials and secondary studies, to map actors, programs, events, and policy linkages. The findings show that IDN-NL coordinates thematic task forces in arts and culture, culinary, health, environment and sustainability, liveable cities, tourism, migrant workers, and My Roots. These units organize cultural-culinary events and community associations that enable regular interaction, support Indonesian business activity and remittances that reinforce economic ties, use digital platforms for routine coordination, and pursue advocacy on issues such as visa facilities and dual citizenship. Taken together, these activities integrate event-based nodes, online coordination, and policy support, transforming dispersed initiatives into a more organized and durable transnational social space. The article contributes an empirically grounded account of how a diaspora organization functions as an institutional connector, while indicating areas for improved documentation and capacity building in future research.
Analisis ASEAN Convention Against Trafficking in Persons: Antara Komitmen dan Pembatasan ASEAN Way Bintang Corvi Diphda; Wishnu Mahendra Wiswayana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12293

Abstract

Artikel ini menelaah efektivitas upaya ASEAN dalam menangani kejahatan human trafficking dengan menempatkan ASEAN Convention Against Trafficking in Persons (ACTIP) sebagai fokus analisis. Latar belakangnya adalah masih tingginya kasus kejahatan human trafficking di Asia Tenggara yang kemudian menjadi urgensi perlunya respons kawasan yang terkoordinasi dan efektif. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui desk review terhadap dokumen-dokumen ASEAN yang berkaitan dengan ACTIP. Temuan utama menunjukkan bahwa konvensi ACTIP telah menyelaraskan definisi tindak pidana human trafficking dan memperkuat kerangka pencegahan, perlindungan, dan penuntutan, namun kinerjanya di tingkat kawasan belum optimal. Hambatan utama terletak pada rendahnya delegasi kewenangan, ketiadaan mekanisme kepatuhan yang bermakna, tidak adanya kewajiban pelaporan berkala, dan penyelesaian sengketa yang bertumpu pada konsultasi. Konfigurasi yang tidak efektif ini didasari oleh prinsip non-interference dan pengambilan keputusan berbasis konsensus yang menjadi prinsip utama ASEAN Way. Oleh karena itu, artikel merekomendasikan mekanisme pengecualian operasional terhadap prinsip non-interference dan konsensus pada isu yang berkaitan langsung dengan aspek human security, pembentukan mekanisme peer review dengan pelaporan berkala yang dikelola SOMTC, serta harmonisasi SOP identifikasi, perlindungan, pemulangan korban, ekstradisi, dan perampasan aset.