Keterampilan proses sains (KPS) merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran fisika. Observasi awal di salah satu SMAN di Banda Aceh menunjukkan rendahnya KPS siswa, khususnya pada indikator berhipotesis, mengelompokkan (mengidentifikasi variabel), dan berkomunikasi (menarik kesimpulan), dengan persentase rata-rata 48,4%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi media komik dalam pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan ketiga indikator KPS tersebut. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one grup pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data melalui tes (pretest dan posttest). Soal pretest dan posttest dalam penelitian ini disusun mengacu pada tiga indikator keterampilan proses sains yaitu, berhipotesis, mengelompokkan, dan berkomunikasi. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap keterampilan proses sains siswa pada aspek berhipotesis sebesar 0,76 dengan kategori tinggi, mengelompokkan sebesar 0,48 dengan kategori sedang dan berkomunikasi sebesar 0,6 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhipotesis, mengelompokkan, dan berkomunikasi dapat ditingkatkan melalui pembelajran inkuiri berbantuan komik.
Copyrights © 2025