Kata "capres" diasosiasikan dengan nama orang, representasi partai, dan asal usul tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap polarisasi nama dan relasi media siber dalam sentimen percakapan publik melalui X pada isu calon presiden Indonesia tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan droneemprit.com, netlytic.com, dan diolah menggunakan aplikasi Gephi. Teori Intermedia Agenda Setting digunakan sebagai pisau analisis. Penelitian ini menganut paradigma interpretif dengan metode netnografi, mengumpulkan narasi percakapan publik selama 90 hari (Juni – Agustus 2022). Penelitian ini menemukan konfirmasi intermedia agenda-setting pada polarisasi media dengan kata kunci “capres” di Indonesia. Akun @detikcom menjadi akun yang paling berpengaruh dalam interaksi media siber dan publik melalui media sosial. Wacana publik terkait nama tokoh presiden dan latar belakangnya menjadi bahan baku pemberitaan isu calon presiden di Indonesia. Terakhir, sebagai budaya siber yang terbentuk adalah netizen di Indonesia menggunakan ujaran kebencian dan hoaks sebagai wahana beropini dan menjadi perbincangan yang luas.
Copyrights © 2025