Permasalahan gizi pada remaja perlu menjadi perhatian utama karena dampaknya yang serius bagi kesehatan saat menginjak dewasa. Permasalahan gizi bisa timbul dari pola dan perilaku makan yang menyimpang, Salah satunya Night Eating Syndrome (NES) yang banyak ditemukan pada kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan asupan energi, kualitas tidur, dan tingkat stress terhadap timbulnya gangguan makan NES. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan desain cross-sectional. Besar sampel penelitian 73 mahasiswa dengan kriteria inklusi berusia 19-24 tahun, mahasiswa aktif 3 fakultas di UPI, tidak sedang menjalani diet atau dalam kondisi sakit, dan bersedia. Analisis univariat dan bivariat menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan perangkat lunak SPSS. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas subjek (72%) tidak mengalami NES, terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur (p=0,002) dan tingkat stress (p=0,018) terhadap NES. Sementara itu, asupan energi tidak berkorelasi positif dengan kejadian NES (P=0,169). Semakin tinggi tingkatan stress yang dialami ditambah dengan buruknya kualitas tidur, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami NES. Sementara itu, jumlah asupan energi harian tidak memberikan pengaruh pada seseorang untuk mengalami NES ataupun tidak.
Copyrights © 2025