Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi gamelan Jawa serta relevansinya dengan ajaran Islam, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kasus pada Sanggar Ngudi Budoyo Sri Wahyu Kencono di Desa Ndawuhan Kayugiyang, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamelan Jawa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan seni budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang selaras dengan ajaran Islam, seperti nilai kebersamaan, keharmonisan, kesabaran, dan pengendalian diri. Selain itu, gamelan berperan sebagai media dakwah dan pelestarian tradisi Islam melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Faktor pendukung pelestarian gamelan meliputi peran aktif sanggar, dukungan masyarakat, dan integrasi dengan kegiatan sosial-keagamaan, sedangkan faktor penghambatnya antara lain keterbatasan pendanaan, pengaruh budaya modern, dan minimnya peran generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gamelan Jawa masih relevan dan memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga harmoni sosial serta identitas budaya dan religius masyarakat.
Copyrights © 2026