Susu kambing etawa memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal, khususnya di Aceh Tamiang. Usaha Sulis Etawa, yang didirikan pada 2018, menghadapi tantangan dalam pemasaran karena kemasan yang sederhana dan penjualan yang terbatas pada platform offline, seperti WhatsApp. Desain kemasan yang menarik dan informatif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing produk di pasar lokal dan nasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kemasan yang kurang menarik dan pemasaran yang masih bersifat offline. Solusi yang diusulkan adalah perbaikan desain kemasan dengan mencantumkan informasi penting seperti logo halal, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa. Beberapa tahapan telah berhasil dilaksanakan, termasuk sosialisasi kegiatan, koordinasi dengan mitra terkait desain kemasan, dan implementasi kemasan baru. Evaluasi awal menunjukkan peningkatan minat konsumen terhadap produk setelah perubahan kemasan, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.
Copyrights © 2025