Nyeri merupakan gejala yang menunjukkan adanya gangguan dalam tubuh, sedangkan demam (febris) adalah kondisi yang sering dialami masyarakat dan memerlukan penanganan untuk menurunkan suhu tubuh melalui pemberian antipiretik. Kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca L. forma typica) mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi memiliki aktivitas sebagai analgetik dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya analgetik dan antipiretik dari ekstrak etanol kulit buah pisang kepok. Penelitian ini adalah eksperimental yang menggunakan hewan uji mencit jantan yang terdiri dari kelompok kontrol negatif Na-CMC 0,5%, kelompok kontrol positif asam mefenamat sebagai analgetika dan parasetamol sebagai aintipiretika, kelompok ekstrak dosis 1 (500 mg/kgBB), dosis 2 (1000 mg/kgBB) dan dosis 3 (1500 mg/kgBB). Induksi nyeri menggunakan asam asetat 1% sedangkan induksi demam menggunakan pepton 5% Pengamatan dilakukan setiap 30 menit selama 120 menit. Hasil didapatkan daya analgetik dari ekstrak kulit buah pisang kepok secara urutan dosis yaitu 67,54%, 69,18% dan 69,57% sedangkan daya antipretika yaitu 0,52%, 0,82% dan 0,83%.
Copyrights © 2025