Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen pelayanan mutu dalam mewujudkan sekolah unggul di SMAN 5 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap strategi manajemen mutu pendidikan di tingkat sekolah. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan komite sekolah yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam kegiatan peningkatan mutu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi resmi sekolah. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi empat tahap: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen pelayanan mutu di SMAN 5 Banjarmasin dilaksanakan melalui siklus berkelanjutan Plan–Do–Check–Act (PDCA) dengan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Kepala sekolah berperan sebagai penggerak budaya mutu melalui kepemimpinan transformasional, sementara guru menunjukkan komitmen terhadap profesionalisme dan inovasi pembelajaran. Namun, tantangan masih dihadapi dalam hal optimalisasi teknologi informasi dan peningkatan evaluasi berbasis data. Secara umum, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) yang menitikberatkan pada keterlibatan total, fokus pelanggan, dan perbaikan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi sekolah lain dalam membangun budaya mutu pendidikan menuju sekolah unggul yang berdaya saing tinggi.
Copyrights © 2025