Pendahuluan: Kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang umum dialami lansia dan berdampak pada kualitas hidup, fungsi kognitif, serta kapasitas adaptasi terhadap stres. Intervensi nonfarmakologis berbasis relaksasi dan spiritual terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan, salah satunya melalui pendekatan Relaksasi Spinomari yang menggabungkan napas dalam, autosugesti, fokus spiritual, dan simbolik lima jari. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2025 di Posyandu Desa Ngampel dengan melibatkan 30 lansia berusia ≥60 tahun. Intervensi meliputi edukasi mengenai kecemasan pada lansia dan pelatihan praktik Relaksasi Spinomari. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi kemampuan praktik teknik Spinomari. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan lansia dari rata-rata 26% (pre-test) menjadi 85% (post-test). Peningkatan terbesar terlihat pada pemahaman manfaat Spinomari dalam menurunkan kecemasan. Kemampuan praktik juga meningkat signifikan; peserta yang mampu melakukan seluruh langkah Spinomari dengan benar naik dari 10% menjadi 82%, dan kebutuhan bantuan menurun dari 48% menjadi 18%. Kesimpulan: Relaksasi Spinomari efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam manajemen kecemasan nonfarmakologis. Teknik ini sederhana, mudah dipelajari, serta sesuai dengan karakteristik dan nilai spiritual lansia sehingga berpotensi digunakan sebagai strategi mandiri dalam pencegahan kecemasan di komunitas.
Copyrights © 2026