Banjir dan longsor yang melanda Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada akhir tahun 2025 menyebabkan ratusan warga mengungsi dan mengalami kesulitan akses terhadap kebutuhan dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen Universitas Labuhanbatu bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dengan tujuan mengoptimalkan penyaluran bantuan darurat serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat terdampak. Metode yang digunakan meliputi rapid assessment, pendistribusian bantuan terintegrasi, penyediaan layanan komunitas seperti dapur umum, pos hangat, layanan charger dan Wi-Fi gratis, serta penyuluhan mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan dasar lebih dari 300 pengungsi, meningkatkan akses informasi, dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir susulan. Kegiatan ini juga menghasilkan Hutanabolon Resilience Model, suatu model konseptual yang mencakup empat komponen ketangguhan: assessment cepat, distribusi bantuan terintegrasi, edukasi komunitas, dan dukungan komunikasi digital. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, NGO, dan pemerintah lokal merupakan pendekatan efektif dalam membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas. Model ini diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas pada penanganan bencana di wilayah rawan lainnya. Kata Kunci : Banjir, Tapanuli Tengah, Penyaluran Bantuan, Edukasi Kebencanaan, Ketangguhan Masyarakat, Dompet Dhuafa.
Copyrights © 2026