Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai perbedaan proses pembelajaran antara sekolah yang menerapkan Kurikulum Nasional (Kurikulum Merdeka) dan sekolah yang menggunakan Kurikulum Cambridge. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 10 sekolah yang mewakili kedua jenis kurikulum. Temuan menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam metode pembelajaran, pendekatan asesmen, integrasi konteks lokal dan global, serta kesiapan guru. Sekolah dengan Kurikulum Merdeka lebih mengedepankan pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, dan penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Sementara itu, sekolah dengan Kurikulum Cambridge mengutamakan pembelajaran berbasis inkuiri, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta penggunaan standar asesmen internasional seperti IGCSE. Tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka meliputi keterbatasan pelatihan dan kesiapan pendidik, sementara Kurikulum Cambridge menghadapi kendala berupa biaya dan kompetensi bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek kontekstual dan global untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Copyrights © 2026