Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SDM Unggul Menurut Al-Qur’an dan Hadist: Strategi Implementasi di Era Modern Sannyah, Siti Husna; Astuti, Dini; Fikri, Hafizh Irsyadul
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.713

Abstract

Konsep Sumber Daya Manusia (SDM) unggul telah menjadi isu sentral dalam dunia organisasi modern. Islam, sebagai agama yang komprehensif, menawarkan pandangan mendalam tentang kualitas manusia ideal. Hal ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep SDM unggul menurut Al-Qur'an dan Hadis serta merumuskan implikasinya bagi pengembangan SDM dalam konteks organisasi kontemporer. Melalui kajian literatur terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis yang relevan, serta mengidentifikasi dimensi-dimensi SDM unggul seperti keimanan, ketakwaan, integritas, kompetensi, dan kontribusi sosial. Selanjutnya, hal ini juga mendiskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam praktik manajemen sumber daya manusia. Hasil yang diharapkan dapat memberikan kerangka berpikir yang komprehensif bagi organisasi dalam membangun SDM yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang tinggi.
Transformasi Pembelajaran di Sekolah: Studi Perbandingan Implementasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Cambridge Salsabila, Naqiyyah; Fadhila, Sakha; Sannyah, Siti Husna; Astuti, Dini; Mayarni, Mayarni
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai perbedaan proses pembelajaran antara sekolah yang menerapkan Kurikulum Nasional (Kurikulum Merdeka) dan sekolah yang menggunakan Kurikulum Cambridge. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 10 sekolah yang mewakili kedua jenis kurikulum. Temuan menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam metode pembelajaran, pendekatan asesmen, integrasi konteks lokal dan global, serta kesiapan guru. Sekolah dengan Kurikulum Merdeka lebih mengedepankan pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, dan penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Sementara itu, sekolah dengan Kurikulum Cambridge mengutamakan pembelajaran berbasis inkuiri, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta penggunaan standar asesmen internasional seperti IGCSE. Tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka meliputi keterbatasan pelatihan dan kesiapan pendidik, sementara Kurikulum Cambridge menghadapi kendala berupa biaya dan kompetensi bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek kontekstual dan global untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Transformasi Pembelajaran di Sekolah: Studi Perbandingan Implementasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Cambridge Salsabila, Naqiyyah; Fadhila, Sakha; Sannyah, Siti Husna; Astuti, Dini; Mayarni, Mayarni
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai perbedaan proses pembelajaran antara sekolah yang menerapkan Kurikulum Nasional (Kurikulum Merdeka) dan sekolah yang menggunakan Kurikulum Cambridge. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 10 sekolah yang mewakili kedua jenis kurikulum. Temuan menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam metode pembelajaran, pendekatan asesmen, integrasi konteks lokal dan global, serta kesiapan guru. Sekolah dengan Kurikulum Merdeka lebih mengedepankan pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, dan penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Sementara itu, sekolah dengan Kurikulum Cambridge mengutamakan pembelajaran berbasis inkuiri, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta penggunaan standar asesmen internasional seperti IGCSE. Tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka meliputi keterbatasan pelatihan dan kesiapan pendidik, sementara Kurikulum Cambridge menghadapi kendala berupa biaya dan kompetensi bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek kontekstual dan global untuk meningkatkan kualitas pendidikan.