Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Karakter Bangsa: Implementasi Pemikiran Pendidikan KH. Ahmad Dahlan di Era Modern Salsabila, Naqiyyah; Fadhila, Sakha; Rahma, Fatia Aulia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.714

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki konsep-konsep pendidikan Islam yang dikemukakan oleh KH. Ahmad Dahlan dan bagaimana konsep-konsep ini relevan dengan sistem pendidikan kontemporer di Indonesia. Hasil penelitian literatur menunjukkan bahwa pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan menekankan pembentukan karakter yang kuat dan integrasi ilmu agama dan umum. Teori-teorinya sangat relevan dengan tujuan pendidikan nasional yang bertujuan untuk menghasilkan siswa yang beriman, bermoral, cerdas, dan kreatif. Meskipun demikian, pendidikan Islam di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan saat ini, seperti kekurangan tenaga pendidik berkualitas tinggi dan persaingan global. Namun demikian, pendidikan Islam memiliki peluang besar dalam era globalisasi, terutama dalam hal penggunaan teknologi untuk pembelajaran dan penguatan nilai-nilai agama. Menurut penelitian ini, ide-ide KH. Ahmad Dahlan masih relevan dan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Transformasi Pembelajaran di Sekolah: Studi Perbandingan Implementasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Cambridge Salsabila, Naqiyyah; Fadhila, Sakha; Sannyah, Siti Husna; Astuti, Dini; Mayarni, Mayarni
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai perbedaan proses pembelajaran antara sekolah yang menerapkan Kurikulum Nasional (Kurikulum Merdeka) dan sekolah yang menggunakan Kurikulum Cambridge. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 10 sekolah yang mewakili kedua jenis kurikulum. Temuan menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam metode pembelajaran, pendekatan asesmen, integrasi konteks lokal dan global, serta kesiapan guru. Sekolah dengan Kurikulum Merdeka lebih mengedepankan pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, dan penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Sementara itu, sekolah dengan Kurikulum Cambridge mengutamakan pembelajaran berbasis inkuiri, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta penggunaan standar asesmen internasional seperti IGCSE. Tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka meliputi keterbatasan pelatihan dan kesiapan pendidik, sementara Kurikulum Cambridge menghadapi kendala berupa biaya dan kompetensi bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek kontekstual dan global untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Transformasi Pembelajaran di Sekolah: Studi Perbandingan Implementasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Cambridge Salsabila, Naqiyyah; Fadhila, Sakha; Sannyah, Siti Husna; Astuti, Dini; Mayarni, Mayarni
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai perbedaan proses pembelajaran antara sekolah yang menerapkan Kurikulum Nasional (Kurikulum Merdeka) dan sekolah yang menggunakan Kurikulum Cambridge. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 10 sekolah yang mewakili kedua jenis kurikulum. Temuan menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam metode pembelajaran, pendekatan asesmen, integrasi konteks lokal dan global, serta kesiapan guru. Sekolah dengan Kurikulum Merdeka lebih mengedepankan pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, dan penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Sementara itu, sekolah dengan Kurikulum Cambridge mengutamakan pembelajaran berbasis inkuiri, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta penggunaan standar asesmen internasional seperti IGCSE. Tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka meliputi keterbatasan pelatihan dan kesiapan pendidik, sementara Kurikulum Cambridge menghadapi kendala berupa biaya dan kompetensi bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek kontekstual dan global untuk meningkatkan kualitas pendidikan.