Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membina karakter remaja di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAI di Sekolah Baitul Hikmah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai spiritual seperti keikhlasan, kesabaran, dan lapang hati mengalami tantangan besar akibat budaya instan dan pengaruh media sosial. Guru PAI menggunakan pendekatan keteladanan, pembelajaran berbasis praktik, serta memanfaatkan media digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok untuk memperkuat nilai religius siswa. Selain itu, pembinaan spiritual dinilai lebih efektif dengan melibatkan pendekatan personal, dukungan keluarga, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman terkait pentingnya keseimbangan antara teknologi, nilai spiritual, dan pembelajaran kontekstual dalam pembinaan karakter remaja di era digital.
Copyrights © 2025