Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif Model Kepemimpinan Kekuasaan di lingkungan sekolah, yang mencakup identifikasi sumber-sumber kekuasaan serta pengaruhnya terhadap dinamika organisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif naratif dengan studi pustaka primer yang mengacu pada literatur sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model kepemimpinan kekuasaan terdiri dari lima basis utama: kekuasaan legitimasi, imbalan (reward), paksaan (coercive), referensi, dan ahli. Temuan menunjukkan bahwa meskipun model ini menawarkan kekuatan dalam hal efisiensi dan kecepatan pengambilan keputusan pada situasi kritis, terdapat kelemahan signifikan berupa potensi rendahnya kolaborasi dan inovasi jika otoritas digunakan secara berlebihan. Selain itu, penggunaan kekuasaan yang terlalu dominan berisiko menciptakan jarak interpersonal antara kepala sekolah dan guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kepemimpinan pendidikan bergantung pada kemampuan pemimpin dalam menyeimbangkan otoritas formal dengan empati dan pendekatan partisipatif. Disarankan agar pemimpin sekolah melibatkan staf dalam pengambilan keputusan guna meningkatkan motivasi dan rasa memiliki demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
Copyrights © 2026