Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku bullying di kalangan remaja. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap identifikasi masalah dan analisis kebutuhan, perencanaan program dan penyusunan materi, pengumpulan data, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi, pelatihan keterampilan sosial dan pengelolaan emosi, pelibatan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya hubungan positif antara intensitas penggunaan media sosial dengan kecenderungan terjadinya perilaku bullying, di mana remaja dengan durasi penggunaan media sosial yang tinggi cenderung lebih sering terlibat dalam perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Interaksi daring yang bersifat terbuka, cepat menyebar, serta minim kontrol sosial langsung meningkatkan potensi terjadinya konflik dan komunikasi yang kurang empatik. Selain itu, fitur media sosial memungkinkan tindakan perundungan terjadi secara berulang dan menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga dampak cyberbullying menjadi lebih kompleks dan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan literasi digital, penguatan pendidikan karakter, serta penumbuhan empati dan tanggung jawab sosial agar remaja mampu menggunakan media sosial secara lebih sehat dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026