Transformasi digital dalam sektor pemerintahan menuntut tersedianya tata kelola teknologi informasi (TI) yang efektif untuk mendukung strategi pengelolaan informasi dan pengambilan keputusan berbasis data. Salah satu layanan informasi yang memiliki peran penting adalah sistem kliping digital, yang berfungsi sebagai sarana pemantauan pemberitaan media dan opini publik. Namun pemanfaatan sistem kliping digital di instansi pemerintah sering kali belum didukung oleh tata kelola TI yang matang dan terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti tingkat kapabilitas tata kelola TI pada sistem kliping digital di lingkungan instansi pemerintah menggunakan kerangka COBIT 2019, dengan fokus pada domain APO01 (Manage the IT Management Framework), APO11 (Manage Quality), dan APO14 (Manage Data). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Data primer dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner Skala Likert yang disusun berdasarkan praktik-praktik COBIT 2019 dan disebarkan kepada pegawai yang terlibat langsung dalam pengelolaan kliping digital. Analisis data dilakukan melalui pengukuran tingkat kemampuan dan analisis gap antara tingkat kapabilitas aktual dan tingkat kapabilitas yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domain ketiga COBIT 2019 berada pada tingkat kapabilitas Level 2 (Managed), dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar APO01 = 2,54, APO11 = 2,47, dan APO14 = 2,51, sementara tingkat kapabilitas yang diharapkan adalah Level 3 (Established). Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan tata kelola TI yang perlu ditangani, terutama pada aspek kerangka tata kelola, manajemen kualitas layanan, dan pengelolaan data kliping digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian tata kelola TI berbasis COBIT 2019 serta kontribusi praktis bagi instansi pemerintah dalam merancang strategi peningkatan tata kelola TI guna mendukung efektivitas dan kelangkaan layanan kliping digital.
Copyrights © 2026