Makalah ini mengkaji relasi antara agama dan sains berdasarkan perspektif pemikiran John F. Haught. Agama dipahami sebagai kepercayaan teistik terhadap Tuhan yang bersifat personal sebagaimana berkembang dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam, sedangkan sains dipandang sebagai usaha rasional dan empiris manusia untuk memahami gejala serta hukum alam semesta. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara agama dan sains sering kali diwarnai oleh ketegangan dan konflik yang bersumber dari perbedaan pendekatan metodologis, epistemologis, dan ontologis. Namun, dalam perkembangan pemikiran kontemporer, muncul kecenderungan untuk membangun dialog dan integrasi antara keduanya. Melalui pendekatan konseptual dan analitis, makalah ini menjelaskan pengertian agama dan sains serta mengulas empat model relasi agama dan sains menurut John F. Haught, yaitu konflik, kontras, kontak, dan konfirmasi. Keempat model tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara agama dan sains tidak selalu bersifat saling bertentangan, melainkan dapat bersifat dialogis dan saling melengkapi. Pendekatan konfirmasi menegaskan bahwa agama mampu memberikan kerangka makna, nilai, dan motivasi bagi aktivitas ilmiah, sementara temuan-temuan sains dapat memperdalam dan memperkaya pemahaman teologis. Oleh karena itu, integrasi agama dan sains menjadi penting untuk menghindari pemisahan pengetahuan secara dikotomis serta membangun pemahaman yang lebih komprehensif tentang realitas.
Copyrights © 2026