Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Program Unggulan Tahfidz al-Quran Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Driyorejo Berbasis Metode Talaqqi Umul Hazizah; Muhammad Mahfud
Indonesia Islamic Education Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesia Islamic Education Journal
Publisher : LPPM Institut Al Azhar Menganti Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/iiej.v1i1.622

Abstract

The purpose of this study was to describe the implementation of the flagship program of Tahfidz al-Quran Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Driyorejo based on the talaqqi method. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques used are interview, observation, and documentation techniques. The data sources in this study consisted of four primary data sources and four secondary data sources. The results showed that Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Driyorejo had successfully implemented the tahfidz al-Quran flagship program based on the talaqqi method. This success can be seen from the mentoring process that is in accordance with the syntax of the talaqqi method. Even the mentors carry out various methods of mentoring. During the mentoring process the participants also showed a change in character for the better. they become more patient, responsible, and work hard. The impact of this excellent program was also felt by the school by winning various competitions related to the Koran, both tahfidz competitions, tartil competitions, and al-Quran syarh competitions. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan program unggulan Tahfidz al-Quran Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Driyorejo berbasis metode talaqqi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian terdiri terdiri dari empat orang sumber data primer dan empat orang sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Driyorejo telah berhasil mengimplementasikan program unggulan tahfidz al-Quran berbasis metode talaqqi. Keberhasilan ini dapat diketahui dari proses pembimbingan yang sudah sesuai dengan sintaks metode talaqqi. Bahkan para pembimbing melakukan berbagai variasi metode dalam pembimbingan. Selama proses pembimbingan para peserta juga menunjukan perubahan karakter yang lebih baik. mereka menjadi lebih sabar, bertangung jawab, dan bekerja keras. Dampak dari program unggulam ini juga dirasakan sekolah dengan menjuarai berbagai lomba yang berkaitan dengan al-Quran baik lomba tahfidz, lomba tartil, maupun lomba syarh al-Quran.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DI SMK NEGERI 1 TLOGOSARI Zainal Abidin, Muhammad; Muhammad Mahfud
IHTIROM : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ihtirom Edisi Oktober 2022
Publisher : LP2M STAI AL-UTSMANI BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen perpustakaan bukan hanya diterapkan pada perpustakaan - perpustakaan besar tetapi juga diterapkan pada perpustakaan - perpustakaan sekolah di mana perpustakaan sangat berperan penting sebagai sumber informasi dan mencari refrensi dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen perpustakaan di SMK Negeri 1 Tlogosari Bondowoso. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi serta pengembangan koleksi perpustakaan. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan dalam pengumpulan data ini yaitu peneliti melakukan triangulasi data. Hasil Penelitian, implementasi manajemen perpustakaan di SMK Negeri 1 Tlogosari Bondowoso, yaitu: Pertama, Perencanaan perpustakaan di SMK Negeri 1 Tlogosari ialah membuat program kerja, perencanaan pengadaan sarana prasarana dan pengadaan koleksi perpustakaan. Kedua, Pengorganisasian. Organisasi perpustakaan SMK Negeri 1 Tlogosari terdiri dari kepala sekolah, kepala pepustakaan, layanan teknis, layanan pemustaka, dan layanan TIK. Pada perpustakaan SMK Negeri 1 Tlogosari ini pembagian tugasnya bukan fokus pada salah satu bidang, akan tetapi satu orang bisa memegang dua bidang seperti bagian teknis. Ketiga, Pelaksanaan perpustakaan di SMK Negeri 1 Tlogosari ialah melaksanakan program yang telah direncanakan di awal yaitu melaksanakan pelayanan yang prima. Keempat, Evaluasi perpustakaan di SMK Negeri 1 Tlogosari ialah dilakukan oleh kepala sekolah dan kepala perpustakaan untuk memastikan kinerja pegawai perpustakaan berjalan baik. Kelima, Pengembangan Koleksi Perpustakaan di SMK Negeri 1 Tlogosari meliputi kebijakan pengembangan koleksi, pemilihan bahan pustaka, dan cara pengadaan bahan pustaka.
Pengaruh Teknik Pembelajaran Aktif Terhadap Prestasi Akademik Siswa: Analisis Literatur Komprehensif Sarudin Sarudin; Muhammad Mahfud; Muhammad Fuad; Puspita Dian Agustin; Muhammad Fadli
Jurnal Ilmiah Edukatif Vol. 10 No. 2 (2024): Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v10i2.3349

Abstract

This study aims to analyse the effect of active learning techniques on students' academic achievement through a comprehensive literature review. Active learning techniques, which include methods such as group discussion, simulation, and hands-on practice, are reported to improve students' understanding of subject matter as well as their learning motivation. The research method in this review uses the literature method. The results of the literature review show that students who engage in active learning processes gain a deeper understanding and are able to apply the concepts learnt more effectively compared to traditional learning methods. In addition, this technique is also proven to improve students' critical and analytical thinking skills, which has a positive impact on their academic performance. Based on these findings, it is recommended that active learning techniques be integrated into the educational curriculum to encourage maximum academic achievement and the development of essential skills for students.
CHATBOT OTOMATIS DENGAN N8N DAN AI UNTUK ANALISIS DATA DAN PELAPORAN HASIL Aditia Ramadhani; Maulana Dwi Yantoro; Muhammad Farhan Akmal; Muhammad Mahfud; Fauzi
Jurnal Riset Teknik Komputer Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Riset Teknik Komputer (JURTIKOM)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/x1p94182

Abstract

The advancement of artificial intelligence (AI) and automation technology has opened new opportunities for developing intelligent communication systems through chatbots. This study explores how the integration of n8n, a fair-code workflow automation tool, with AI can create autonomous chatbots that not only interact automatically with users but also analyze and report conversation outcomes in a structured manner. We propose a methodology that combines natural language processing (NLP) with automated workflows to build a chatbot capable of storing user interaction data, processing it into insights, and generating analytical reports that support service evaluation and business decision-making. This approach not only enhances user service efficiency but also adds analytical capabilities that would typically require separate manual processes. The findings of this study indicate that such a solution is highly applicable in areas such as customer service, online education, and internal system analysis
Problematika Santri Menghafal Al-Quran Di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Asy Syadzili 3 Tumpang Malang Jawa Timur Ni'matus Sholihah; Muhammad Mahfud; Barudin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Miazhar Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam Miazhar
Publisher : Jurnal Pendidikan Agama Islam Miazhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asy Syadzili 3 Tahfidzul Quran Islamic Boarding School has an additional program of one juz per month. With this program it is hoped that students will be able to complete the memorization within three years. However in reality, many students experience several internal and external obstacles in completing the memorization according to the islamic boarding school program. This research was conducted to describe the problems and solutions to overcome the problems faced by students in memorizing the al-Quran at PPTQ Asy Syadzili 3. This research uses a qualitative approach which is descriptive qualitative and field research. Research result show that: 1) The problems experienced by students in memorizing the al-Quran is laziness and boredom, the students’ability to read the al-Quran, often forgetting verses, a crowded environment, not being able to manage time, friends, and lots of thoughts. 2) Solutions to the problems experienced by students in memorizing the al-Quran in the form of motivations and different systems for reciting the al-Quran, providing learning and accompaying teachers, consistent murojaah, administrators and giving sanctions, obeying the rules and schedule of islamic boarding school activities, increasing individuaal awareness, maintaining friendly attitudes, completing work, and positive thingking.
Penerapan Metode At-Tartil Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di Tpq Nurul Huda Li’ulumil Qur’an Sooko Wringinanom Gresik Abdul Munib; Muhammad Mahfud; Rahmat Rudianto
Jurnal Pendidikan Agama Islam Miazhar Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama Islam Miazhar
Publisher : Jurnal Pendidikan Agama Islam Miazhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was carried out because there were many students at TPQ Nurul Huda Li'ulumil Qur'an Sooko Wringinanom Gresik who were not yet able to read the Koran properly and correctly. And the problems that researchers want to find answers to through this research are: 1) How effective is the At-Tartil method in improving the ability to read the Al-Qur'an at TPQ Nurul Huda Li'ulumil Qur'an Sooko Wringinanom Gresik? In this research, problem limitations were carried out, namely: 1) Search for information on the At-Tartil method of reading the Qur'an, 2) Search for information about the application of the At-Tartil method in improving the ability to read the Qur'an, 3) Search for information about application of the At-Tartil method in improving the ability to read the Koran. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The results obtained are: 1) The at-Tartil method is a guide in learning to read the Qur'an directly (without spelling it) and incorporating/practicing refraction of tartil reading in accordance with the rules of ulumut tajwid and ulumul ghorib, 2) Application of the at-Tartil method -Tartil at TPQ Nurul Huda Li'ulumil Qur'an has been said to be good because the teaching and learning process at TPQ Nurul Huda Li'ulumil Qur'an has implemented the at-Tartil curriculum, most of which has been implemented, 3) Application of the at-Tartil method in reading the Koran at TPQ Nurul Huda Li'ulumil Qur'an is categorized as optimal, this can be seen from the test results of students in the marhalatul ula class which achieved an average score of 88%.
MANUNGGALING RASA LAN SYARI’AT : EMOSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL Muhammad Mahfud; Solihin; Afifatus Sholeha; Sugiyanto; Abd. Hadi; Maksum; Titin Nurhidayati
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1537

Abstract

Pendidikan Islam tradisional tidak hanya menekankan aspek kognitif dan normatif syariat, tetapi juga memberi ruang yang luas bagi pengelolaan emosi (rasa) sebagai bagian integral dari proses pembentukan adab dan karakter peserta didik. Konsep mununggaling rasa lan syariat merepresentasikan kesatuan antara dimensi batiniah dan lahiriah dalam praktik pendidikan Islam yang berakar pada tradisi tasawuf dan budaya Islam Nusantara. Namun, kajian mengenai peran emosi dalam pendidikan Islam tradisional masih relatif kurang mendapat perhatian dalam diskursus akademik modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan peran emosi dalam pendidikan Islam tradisional melalui perspektif mununggaling rasa lan syariat, serta menelaah relevansinya terhadap pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konseptual terhadap literatur klasik Islam, karya-karya tasawuf, serta kajian pendidikan Islam tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa emosi dalam pendidikan Islam tradisional berfungsi sebagai medium utama internalisasi syariat, di mana rasa cinta, takut, hormat, dan ikhlas diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan kepatuhan etis. Integrasi rasa dan syariat terbukti membentuk relasi pedagogis yang humanis dan transformatif antara guru dan murid, sekaligus memperkuat pendidikan adab sebagai fondasi utama pembelajaran. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan dimensi emosional dan spiritual dalam praktik pendidikan Islam kontemporer sebagai upaya menyeimbangkan pendekatan kognitif dengan pembentukan karakter dan kesadaran moral peserta didik.
EMPAT MODEL HUBUNGAN AGAMA DAN SAINS MENURUT JOHN F. HOUGHT DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Mahfud; Asnawan; Fadilatul Fauziah; M. Khoiruddin; Sugiyanto; Solihin
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1584

Abstract

Makalah ini mengkaji relasi antara agama dan sains berdasarkan perspektif pemikiran John F. Haught. Agama dipahami sebagai kepercayaan teistik terhadap Tuhan yang bersifat personal sebagaimana berkembang dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam, sedangkan sains dipandang sebagai usaha rasional dan empiris manusia untuk memahami gejala serta hukum alam semesta. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara agama dan sains sering kali diwarnai oleh ketegangan dan konflik yang bersumber dari perbedaan pendekatan metodologis, epistemologis, dan ontologis. Namun, dalam perkembangan pemikiran kontemporer, muncul kecenderungan untuk membangun dialog dan integrasi antara keduanya. Melalui pendekatan konseptual dan analitis, makalah ini menjelaskan pengertian agama dan sains serta mengulas empat model relasi agama dan sains menurut John F. Haught, yaitu konflik, kontras, kontak, dan konfirmasi. Keempat model tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara agama dan sains tidak selalu bersifat saling bertentangan, melainkan dapat bersifat dialogis dan saling melengkapi. Pendekatan konfirmasi menegaskan bahwa agama mampu memberikan kerangka makna, nilai, dan motivasi bagi aktivitas ilmiah, sementara temuan-temuan sains dapat memperdalam dan memperkaya pemahaman teologis. Oleh karena itu, integrasi agama dan sains menjadi penting untuk menghindari pemisahan pengetahuan secara dikotomis serta membangun pemahaman yang lebih komprehensif tentang realitas.
JEMBATAN ATAU JURANG? BEDAH KRITIS ATAS TUJUH MODEL INTERDISIPLINER DALAM KAJIAN ISLAM (DARI INTEGRASI HINGGA KONFLIK METODOLOGIS) Muhammad Mahfud; Fadilatul Fauziah; M. Khoiruddin; Solihin; Afifatus Sholeha; Sugiyanto; Abd. Hadi; Titarini; Muhammad Hori
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1588

Abstract

Contemporary Islamic studies face new dynamics with the development of modern science. The interdisciplinary approach offers an opportunity to enrich the understanding of Islam but also has the potential to create methodological conflicts. This article examines seven interdisciplinary models in Islamic studies—ranging from integration, interconnection, critical dialogue, synthesis, Islamization of knowledge, critical deconstruction, to epistemological conflict models. Using a literature review approach, this paper explores the strengths, weaknesses, and academic implications of each model. The research findings suggest that the interconnection and critical dialogue models are the most adaptive for the development of modern Islamic studies, while the methodological conflict model tends to sharpen paradigm differences without achieving a common ground. This article concludes that the interdisciplinary approach has the potential to serve as a constructive bridge—provided it is conducted with a dialogical, critical, and non-hegemonic attitude.