Mutu pendidikan di Indonesia masih menghadapi banyak kendala akibat perencanaan pendidikan yang lebih berfokus pada pemenuhan administratif saja bukan sebagai instrumen strategis peningkatan mutu.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fungsi perencanaan dapat dioptimalkan melalui kajian literatur mengenai teori perencanaan, manajemen pendidikan, dan kebijakan yang berbasis bukti. Temuan utama menunjukkan bahwa : (1) praktik penyusunan RKS/RKAS masih belum memanfaatkan data asesmen secara memadai akibat dari rendahnya literasi data di tingkat sekolah, (2) proses perencanaan kurang partisipatif karena keterlibatan pemangku kepentingan, dan kepemimpinan strategis masih lemah. Penelitian ini menegaskan bahwa Penguatan kapasitas perencana sekolah, integrasi data Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan dan ARKAS sebagai dasar pengambilan keputusan serta upaya peningkatan kolaborasi menjadi strategi utama untuk menghasilkan dan memperbaiki perencanaan yang efektif. Kajian ini memberikan manfaat praktis bagi pembuat kebijakan dan sekolah dengan menawarkan model perencanaan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada outcome sehingga program peningkatan mutu dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada pembelajaran.
Copyrights © 2025