Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan obat herbal di masyarakat yang sering kali belum disertai data keamanan toksikologis yang memadai. Combretum indicum (L.) DeFilipps merupakan tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan, namun informasi ilmiah mengenai ketoksikan akut ekstrak etanolnya masih terbatas. Tujuan: mengevaluasi profil ketoksikan akut ekstrak etanol C. indicum sebagai dasar penentuan keamanan penggunaannya. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode fixed dose sesuai pedoman OECD(Kpemissi et al., 2020). Hewan uji berupa tikus putih betina galur wistar yang diberikan ekstrak etanol C. indicum secara oral pada dosis 50, 100, 300, dan 2000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi kondisi umum, gejala klinis toksik, perubahan berat badan, dan mortalitas selama 14 hari pengamatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hewan uji tetap aktif dan tidak menampilkan gejala toksik maupun kematian pada seluruh dosis yang diuji. Berat badan tikus menunjukkan peningkatan normal tanpa perbedaan signifikan antar kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak etanol C. indicum memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dengan perkiraan LD50 lebih dari 2000 mg/kgBB Simpulan: ekstrak etanol C. indicum relatif aman pada paparan akut dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan herbal, meskipun uji toksisitas lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang
Copyrights © 2025