Budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Agro Jamur Tukul Bersama masih menghadapi berbagai kendala utama, terutama serangan hama dan penyakit yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas hasil panen. Penggunaan pestisida kimia belum menjadi pilihan ideal karena berisiko terhadap keamanan pangan, kesehatan lingkungan, serta keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani jamur dalam pemanfaatan agensia hayati Beauveria bassiana sebagai alternatif pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini merupakan program Program Dosen Wajib Mengabdi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan teknis pembuatan dan aplikasi agensia hayati B. bassiana pada budidaya jamur tiram. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra mengenai konsep pengendalian hayati serta kemampuan dalam mengaplikasikan B. bassiana secara tepat. Mitra memberikan respons yang sangat positif terhadap inovasi ini karena mampu menekan intensitas serangan hama, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, serta mendukung praktik budidaya jamur tiram yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengendalian hama terpadu yang dapat direplikasi pada kelompok budidaya jamur lainnya.
Copyrights © 2025