ABSTRACT The Core Area of Merangin Geopark has high ecotourism potential based on its unique geological heritage, biodiversity, and local socio-cultural values. However, its development still faces various challenges that require appropriate and sustainable management strategies. This study aims to analyze the strategic position and formulate ecotourism development strategies in the Core Area of Merangin Geopark. The research employed a survey method by collecting primary data through observations, interviews, and questionnaires, as well as secondary data from literature reviews and relevant institutions. Data were analyzed using SWOT analysis through the development of IFAS and EFAS matrices. The results indicate that the ecotourism development position of Merangin Geopark falls within Quadrant II (ST strategy), suggesting that the area possesses strong internal strengths but faces considerable external threats. The recommended development strategy focuses on utilizing existing strengths to mitigate threats through strengthening conservation efforts, implementing zoning and carrying capacity management, enhancing environmental interpretation, and actively involving local communities in the management and monitoring of the area. This approach is expected to ensure the sustainability of natural resources and geological heritage while providing economic and social benefits for local communities. Keywords: community-based management (CBM), ecotourism, geopark, SWOT analysis, ST strategy ABSTRAK Kawasan Inti Geopark Merangin memiliki potensi ekowisata yang tinggi berbasis keunikan geologi, keanekaragaman hayati, dan nilai sosial budaya masyarakat lokal. Namun, pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan strategi pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata di Kawasan Inti Geopark Merangin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari studi literatur dan instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis SWOT melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pengembangan ekowisata Geopark Merangin berada pada Kuadran II (strategi ST), yang mengindikasikan bahwa kawasan memiliki kekuatan internal yang dominan namun dihadapkan pada ancaman eksternal yang cukup besar. Strategi pengembangan yang direkomendasikan menekankan pada pemanfaatan kekuatan kawasan untuk mengantisipasi ancaman melalui penguatan konservasi, penerapan zonasi dan daya dukung kawasan, peningkatan fungsi interpretasi lingkungan, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengawasan kawasan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan warisan geologi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal. Kata kunci: analisis SWOT, ekowisata, geopark, strategi ST, pengelolaan berbasis masyarakat
Copyrights © 2025