Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengurangan kadar air terhadap kualitas pemipilan jagung menggunakan mesin pemipil tipe spiral rotary. Jagung hibrida Bima 9 diuji dengan empat perlakuan pengeringan yang berbeda, yaitu tanpa pengeringan (S0), dijemur selama 8 jam (S1), dioven selama 1 jam pada suhu 90°C (S2), dan dioven selama 2 jam pada suhu 90°C (S3). Sampel jagung dipipil menggunakan mesin pemipil tipe spiral rotary, dan hasil pemipilan dianalisis berdasarkan efisiensi mesin, kualitas pemipilan, dan kerusakan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan kadar air meningkatkan efisiensi mesin dan kualitas pemipilan, dengan kadar air 18.3% (S3) menghasilkan rata-rata efisiensi mesin tertinggi sebesar 85% dan pemipilan yang bersih, meskipun dengan sedikit kerusakan pada biji. Kadar air yang lebih tinggi, seperti pada S1 (24.4%), menghasilkan efisiensi mesin yang rendah dan banyak biji yang tertinggal pada tongkol. Penelitian ini menyarankan bahwa kadar air optimal untuk pemipilan jagung menggunakan mesin pemipil spiral rotary adalah sekitar 18–22%. Temuan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi pemipilan jagung di industri pengolahan pakan ternak.
Copyrights © 2025