Dalam beberapa dekade terakhir, wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana di Jawa Tengah semakin sering dilanda banjir sehingga berdampak serius, mulai dari kerugian ekonomi hingga gangguan kesehatan pada masyarakat. Perubahan penggunaan lahan dan pengaruh perubahan iklim global diyakini menjadi pemicu utama perubahan pola curah hujan di wilayah ini. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana dinamika curah hujan berkembang di DAS Juwana selama 22 tahun terakhir (1998–2019), serta bagaimana kondisi ini mungkin berubah hingga tahun 2080 berdasarkan dua skenario iklim yaitu pada kondisi RCP 4.5 dan RCP 8.5. Kami menggunakan metode downscaling statistik dengan data curah hujan satelit TRMM yang dikombinasikan dengan model iklim global CMIP5. Hasilnya menunjukkan bahwa DAS Juwana memiliki pola hujan tropis, dengan puncak curah hujan terjadi pada Desember hingga Februari. Beberapa tahun seperti 2006, 2008, dan 2010 mencatat hujan ekstrem yang bertepatan dengan fenomena La Niña. Proyeksi ke depan menunjukkan adanya tren peningkatan intensitas curah hujan, khususnya pada musim hujan. Di bawah skenario RCP 8.5, lonjakan curah hujan lebih tajam dibandingkan RCP 4.5, terutama pada Januari dan Desember. Temuan ini menjadi peringatan penting akan meningkatnya risiko banjir ekstrem di masa depan dan menegaskan perlunya strategi adaptasi serta perencanaan pengelolaan air yang lebih tanggap terhadap perubahan iklim masa depan.
Copyrights © 2025