Pengabdian internasional ini dilaksanakan sebagai respons terhadap rendahnya keberanian santri dalam menggunakan bahasa Arab secara lisan meskipun telah memiliki hafalan kosakata dasar, serta adanya perbedaan bahasa Melayu–Indonesia yang berpotensi menghambat efektivitas pemahaman. Kegiatan ini dilakukan di Ma’had Tahfiz Darul Ulum (MADU) Negeri Sembilan, Malaysia, dengan tujuan memperkuat keterampilan berbahasa Arab dasar santri melalui pendekatan al-Muḥāwarah al-Yawmiyyah (dialog harian). Pengabdian dilaksanakan pada Agustus–September 2025 (±8 minggu) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan sekitar tiga puluh santri tingkat awal. Materi meliputi penggunaan kata tanya sederhana seperti hal (هل), mādhā (ماذا), ayna (أين), serta pengenalan bentuk fiʿil māḍī dengan dhomir -ta dan -tu. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, simulasi dialog, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberanian santri berbicara, kemampuan menyelaraskan kosakata Melayu dengan padanan Arab, serta terciptanya suasana kelas yang lebih hidup dan komunikatif. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Arab dasar dalam konteks internasional melalui pendekatan komunikatif dan interkultural. Implikasinya menegaskan pentingnya strategi adaptif yang mengintegrasikan penguasaan kosakata, praktik dialog, dan sensitivitas lintas bahasa sebagai model pengabdian bahasa Arab di Asia Tenggara.
Copyrights © 2025