Penelitian ini membandingkan penggunaan Retrofit (REST) dan Apollo (GraphQL) dalam satu aplikasi Android e-commerce skincare. Fokus penelitian adalah menganalisis efisiensi performa kedua API berdasarkan waktu respons, penggunaan CPU, penggunaan memori, serta kompleksitas implementasi kode. Eksperimen dilakukan pada satu aplikasi uji yang mengintegrasikan kedua modul API dengan backend dan basis data yang sama sehingga kondisi pengujian identik. Empat skenario diuji: pengambilan data produk, paket produk, pencarian penjual, dan simulasi alur penggunaan. Setiap skenario dijalankan sebanyak 400 iterasi setelah melalui system warm-up, API warm-up, dan cooldown untuk mencapai kondisi steady-state. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan Welch’s t-test, ANOVA replikasi kondisi uji, dan ukuran efek Cohen’s d. Hasil menunjukkan bahwa Apollo memiliki waktu respons rata-rata 31% lebih cepat, penggunaan memori 37% lebih rendah, dan konsumsi CPU 18% lebih hemat dibandingkan Retrofit. Namun, Apollo memiliki kompleksitas implementasi lebih tinggi karena definisi skema dan proses code generation. Dengan demikian, pendekatan hibrida direkomendasikan: GraphQL digunakan untuk permintaan data kompleks, sedangkan REST digunakan untuk operasi sederhana agar mencapai keseimbangan antara efisiensi dan kemudahan pemeliharaan.
Copyrights © 2025