Sistem bongkar muat pelabuhan mencakup semua komponen atau peralatan penanganan muatan yang mendukung proses bongkar muat baik dari kapal ke pelabuhan maupun sebaliknya. Dalam penanganan pelabuhan, ini melibatkan pembongkaran dari kapal dengan memakai crane dan sling kapal ke daratan terdekat, umumnya dikenal sebagai dermaga. Crane adalah alat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material yang juga membutuhkan energi listrik. Untuk itu diperlukan sumber daya listrik untuk kegiatan operasional bongkar muat. Kebutuhan sumber daya listrik yang diperlukan, digunakan juga dalam menentukan kapasitas transformator distribusi yang terpasang. Untuk menentukan semua itu berdasar keberadaan beban yang digunakan sebagai acuan utama dalam beban listrik yang diharapkan. Beban diklasifikasikan sesuai dengan sifat, yaitu continue dan terputus-putus (intermittent). Beban terputus-putus (intermittent) tergantung faktor siklus kerja yang dapat ditambahkan pada beban kontinyu untuk mendapatkan beban rata-rata (average load). Beban listrik ditentukan berdasarkan konsep di atas, dengan margin ditambah 30% di atas beban rata-rata dengan memasukkan perubahan beban pada kerangka pemakai pada saat pengembangan dan implementasi perubahan diwaktu mendatang. Berdasarkan hasil studi lapangan pada operasional bongkar muat di Surabaya yang menjadi lokasi penelitian ini, menunjukkan transformator yang terpasang pada Container Crane (T4 2500 kVA/20/6,6 kV) dan transformator yang terpasang pada RTG Crane (T1 1250 kVA/20/0,4 kV) sudah sesuai dengan kapasitas transformator yang seharusnya.
Copyrights © 2025