Pembelajaran geometri di SMA sering menghasilkan pemahaman prosedural karena siswa cenderung menghafal rumus tanpa memeriksa syarat keberlakuan konsep. Kondisi ini tampak pada Teorema Pitot yang menuntut pemahaman segitiga dan segiempat singgung beserta alasan geometris sebelum perhitungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan rekonstruksi pemahaman konsep Teorema Pitot melalui pembelajaran konstruktivisme berbantuan kecerdasan buatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Karanganom Klaten, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan hasil pekerjaan siswa secara berkelompok termasuk interaksi dengan kecerdasan buatan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum mengenal Teorema Pitot dan memaknainya sebagai rumus, lalu mengalami pergeseran menuju pemahaman konseptual setelah diskusi kelompok berbantuan artificial intelligence seperti Gemini dan ChatGPT. Perubahan tampak pada meningkatnya penggunaan sketsa beranotasi, penandaan sisi relevan, serta pengaitan teorema dengan konsep dasar garis singgung. Kecerdasan buatan berperan sebagai scaffolding digital untuk eksplorasi awal, sedangkan verifikasi konsep terjadi melalui negosiasi makna dalam kelompok dan mediasi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kecerdasan buatan selaras dengan konstruktivisme ketika ditempatkan sebagai pemantik eksplorasi dan tetap diikuti strategi verifikasi konseptual.
Copyrights © 2026