Penelitian ini membahas tafsir kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Ratu Bilqis dalam Surat An-Naml ayat 16–44 dengan fokus pada pemahaman cinta dan kasih sayang dalam perspektif Al-Qur’an. Berdasarkan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Jailani karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani, penelitian menunjukkan bahwa hubungan Nabi Sulaiman a.s. dan Ratu Bilqis bukanlah cinta romantis atau asmara, melainkan bentuk dakwah yang dilandasi kasih sayang spiritual, kebijaksanaan, dan kepatuhan kepada Allah. Cinta yang dimaksud dalam tafsir ini bersifat mahabbah ilahiyyah atau cinta kepada kebenaran dan keimanan, bukan cinta duniawi antar manusia. Selain itu, penelitian ini menyoroti bagaimana Nabi Sulaiman a.s. menggunakan pendekatan bijak dalam berdakwah melalui komunikasi, pemindahan singgasana, serta ajakan berserah diri kepada Allah yang menunjukkan nilai-nilai kepemimpinan, etika, dan dialog yang berlandaskan tauhid. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan tafsir tematik, pendidikan, dan praktik dakwah, sehingga pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak terjebak pada penafsiran romantis, tetapi menekankan dimensi spiritual dan etika kepemimpinan dalam menyebarkan kebenaran.
Copyrights © 2026