Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan rendahnya pemahaman nilai inklusif di lingkungan pesantren yang berpotensi mempengaruhi interaksi sosial dan sikap toleransi antar santri. Tujuan kegiatan pengabdiian ini adalah meningkatkan kesadaran dan penerapan nilai-nilai toleransi, empati, serta penghargaan terhadap keberagaman dalam kehidupan sosial dan keagamaan santri sehingga mereka mampu menjadi individu yang inklusif dan berperan aktif dalam masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Darul Aman Lengkese, Takalar, dengan melibatkan 40 santri tingkat menengah atas melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pre-test, pelatihan inti, post-test, dan pendampingan lanjutan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan refleksi peserta yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman dan perilaku inklusif santri, di mana sebagian besar santri mampu menerapkan nilai-nilai moderasi dan toleransi dalam aktivitas sehari-hari di pesantren. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai inklusif serta dapat menjadi agen perubahan sosial dalam memperkuat moderasi beragama dan kehidupan masyarakat yang harmonis
Copyrights © 2025