Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa praktik minum sambil berdiri dan melepas sendal dengan kaki kiri masih umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter disiplin melalui praktik hadis tersebut dari perspektif psikologi dan kesehatan, serta menyajikan strategi pendidikan karakter berbasis nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian kepustakaan), melalui pengumpulan dan analisis data dari buku, jurnal, artikel, dan literatur relevan secara deskriptif untuk menghasilkan pemahaman komprehensif tentang topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis larangan minum sambil berdiri dan anjuran melepas sandal dengan kaki kiri berstatus sahih dan dipahami sebagai bimbingan adab (irsyād), bukan ketentuan hukum yang bersifat mutlak. Analisis hadis menegaskan bahwa praktik tersebut berfungsi sebagai sarana pendidikan karakter melalui pembiasaan perilaku sederhana yang menumbuhkan disiplin, ketenangan, dan kesadaran diri. Dari perspektif kesehatan, posisi duduk saat minum lebih mendukung fungsi pencernaan dan keseimbangan fisiologis tubuh. Sementara itu, kajian psikologi menunjukkan bahwa pembiasaan adab, termasuk bagi individu kidal, berperan dalam penguatan self-regulation tanpa meniadakan perbedaan biologis. Dengan demikian, hadis-hadis adab ini relevan sebagai fondasi integratif pembentukan karakter disiplin dalam perspektif Islam, psikologi, dan kesehatan.
Copyrights © 2026