Fenomena peningkatan volume sampah rumah tangga di Indonesia, khususnya sampah plastik, menimbulkan permasalahan serius pada pengelolaan dan pencemaran lingkungan. Di Desa Suko, Kabupaten Sidoarjo, pengelolaan sampah yang belum optimal dan praktik pembakaran terbuka konvensional menyebabkan polusi udara dan ketidaknyamanan masyarakat. Pengabdian ini menggunakan pendekatan transfer teknologi dan transfer knowledge melalui pelatihan serta sosialisasi berbasis komunitas. Program pengabdian masyarakat oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menerapkan teknologi pembakaran sampah tanpa asap (PESTA) dengan sistem incinerator ramah lingkungan berbahan bakar oli bekas dan dilengkapi scrubber untuk meminimalisir emisi asap. Kegiatan sosialisasi, pelatihan, pembuatan alat, dan pendampingan selama delapan bulan melibatkan masyarakat RW 09 Dusun Ketapang sebagai mitra. Hasil evaluasi menunjukkan program ini efektif menekan emisi asap hingga 95%, mengurangi bau dan polusi, serta meningkatkan kesadaran kolektif pengelolaan sampah yang bersih dan aman. Implementasi PESTA memberikan alternatif solusi praktis dalam menciptakan sanitasi sehat dan aman berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Copyrights © 2025