Postulat satuan pengukuran (the unit of measure) merupakan salah satu landasan fundamental dalam teori akuntansi yang berfungsi menyatukan seluruh transaksi ekonomi ke dalam satuan moneter yang seragam. Penggunaan satuan moneter memungkinkan informasi keuangan diukur, dicatat, dan dibandingkan secara konsisten antarperiode dan antarentitas, sehingga berperan penting dalam mewujudkan kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran postulat satuan pengukuran dalam menjaga relevansi, keandalan, dan keterbandingan informasi akuntansi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel jurnal nasional terakreditasi, buku teks akuntansi, serta dokumen resmi yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, Garuda, dan SINTA dengan rentang tahun publikasi 2015–2025. Literatur yang dikaji dipilih berdasarkan tingkat relevansi dan kesesuaian dengan topik unit pengukuran dan teori akuntansi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan postulat satuan pengukuran secara konsisten menjadi dasar utama dalam menjaga kualitas informasi akuntansi, khususnya dalam hal relevansi dan keterbandingan laporan keuangan. Namun demikian, asumsi kestabilan nilai moneter yang mendasarinya memiliki keterbatasan akibat inflasi dan perubahan daya beli uang, yang berpotensi menurunkan relevansi laporan keuangan jika tidak disertai penyesuaian pengukuran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap postulat satuan pengukuran serta penerapan pendekatan pengukuran yang lebih adaptif, seperti nilai kini atau nilai wajar, diperlukan agar laporan keuangan mampu mencerminkan kondisi ekonomi secara wajar dan tetap relevan bagi pengguna informasi akuntansi.
Copyrights © 2026