Pembelajaran bahasa Arab di sekolah dasar berperan penting sebagai fondasi keterampilan berbahasa asing, namun sering menghadapi kesenjangan antara harapan dan realitas, termasuk rendahnya motivasi belajar akibat minimnya pemanfaatan teknologi. Baamboozle sebagai media interaktif berbasis teknologi dapat membantu meningkatkan keterlibatan siswa. Untuk mengidentifikasi variabel pendukung dan penghambat, penelitian ini menyelidiki penggunaan Baamboozle dalam pelatihan bahasa Arab di Sanggar Bimbingan Pandan Jaya Kuala Lumpur. Untuk melakukan analisis kualitatif, para peneliti menggunakan pendekatan studi kasus yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini didukung oleh hipotesis berikut, yang menunjukkan bagaimana baamboozle dapat meningkatkan motivasi belajar: 1) proses pembelajaran interaktif, 2) bahan ajar sesuai kebutuhan, 3) memperkaya model pembelajaran, 4) sistem umpan balik, dan 5) aplikasi fleksibel. Faktor pendukung mencakup meningkatnya minat, kolaborasi sekolah–orang tua, ketersediaan sarana, serta pendampingan di rumah, sementara penghambatnya meliputi keterbatasan guru, distraksi game, keterbatasan waktu, variasi kemampuan, dan kendala internet.
Copyrights © 2025