Abstract: The Health Management Information System (SIMKes) is an important instrument in supporting effective, efficient, and data-driven health services. In Indonesia, the implementation of SIMKes has been extended to Puskesmas as the spearhead of primary care. However, its implementation in the 3T (Disadvantaged, Frontier, and Outermost) areas faces significant challenges due to geographical, socio-economic, and infrastructure limitations. This study aims to analyze the internal and external factors that influence the success of SIMKes implementation in 3T areas through a SWOT analysis approach. Data was obtained from a comprehensive literature study as well as in-depth interviews with health workers in 3T health centers. Results show that the main strengths of SIMKes lie in its ability to integrate health data and support decision-making, while weaknesses include technical limitations and low digital literacy. Opportunities arise from national policies on health digitization, while threats stem from technological disparities and system resilience. This article recommends strategies for strengthening local capacity, regional needs-based system design, and inter-agency synergy. Keywords: SIMKes, SWOT, Puskesmas, 3T Area, Health Information System, Service Digitalization Abstrak: Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKes) merupakan instrumen penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan berbasis data. Di Indonesia, implementasi SIMKes telah diperluas hingga ke Puskesmas sebagai ujung tombak layanan primer. Namun, penerapannya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) menghadapi tantangan signifikan karena kondisi geografis, sosial-ekonomi, serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan implementasi SIMKes di daerah 3T melalui pendekatan analisis SWOT. Data diperoleh dari studi literatur yang komprehensif serta wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan di Puskesmas 3T. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan utama SIMKes terletak pada kemampuannya mengintegrasikan data kesehatan dan mendukung pengambilan keputusan, sementara kelemahan mencakup keterbatasan teknis dan rendahnya literasi digital. Peluang muncul dari kebijakan nasional digitalisasi kesehatan, sedangkan ancaman berasal dari disparitas teknologi dan ketahanan sistem. Artikel ini merekomendasikan strategi penguatan kapasitas lokal, desain sistem berbasis kebutuhan daerah, dan sinergi antar-lembaga. Kata Kunci: SIMKes, SWOT, Puskesmas, Daerah 3T, Sistem Informasi Kesehatan, Digitalisasi Layanan
Copyrights © 2025