Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik pembelajaran Bahasa Indonesia terintegrasi budaya lokal Sasak yang digunakan siswa SD di NTB dan menganalisis bagaimana integrasi budaya lokal Sasak dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui permainan tradisional berkontribusi terhadap penguatan ecoliteracy siswa SD di NTB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus jamak (Multiple Case Study). Sumber data dalam penelitian ini adalah 5 sekolah dasar di NTB dengan kriteria, representasi geografis dan budaya, memiliki pengalaman atau minat dalam pembelajaran berbasis budaya lokal, bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, Karakteristik pembelajaran bahasa Indonesia terintegrasi budaya lokal Sasak yang digunakan Siswa SD di NTB ditemukan dalam bentuk Tema dan Materi Pembelajaran, Metode pembelajaran dan Penggunaan Permainan Tradisional. Kedua, Penggunaan Permainan tradisional dalam proses pembelajaran akan menjadikan, pembelajaran yang menyenangkan, karena unsur-unsur yang terkait dengan alam, seperti permainan yang meniru gerakan hewan, permainan yang menggunakan bahan-bahan alami, atau permainan yang melatih keterampilan navigasi di alam terbuka yang membuat pembelajaran tentang lingkungan lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa. Kemudian, kerja sama dan gotong royong, yaitu permainan tradisional Sasak menuntut kerja sama dan gotong royong antar pemain. Ini mengajarkan siswa tentang pentingnya bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yang merupakan keterampilan penting dalam mengatasi masalah lingkungan. Terakhir, koneksi dengan Alam, dimana bermain di luar ruangan dan berinteraksi dengan alam melalui permainan tradisional membantu siswa mengembangkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan.
Copyrights © 2026