Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik pada pembelajaran sosiologi di SMA Negeri 1 Sajingan Besar, sebuah sekolah menengah atas yang berlokasi di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia. Kurikulum merdeka, yang resmi diterapkan pada tahun 2022, menekankan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan fokus pada peningkatan keterlibatan perilaku emosional dan kognitif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi pendukung dari pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Merdeka memberikan peluang bagi terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual, namun pada tingkat keterlibatan peserta didik masih bervariasi. Sebagian peserta didik aktif dalam diskusi dan pemecahan masalah sementara sebagian lainnya menunjukkan keterlibatan yang rendah akibat kurangnya motivasi belajar dan tantangan eksternal yang umum di wilayah perbatasan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada adaptasi pedagogis tetapi juga pelatihan guru yang memadai ketersediaan sumber belajar yang relevan serta dukungan lingkungan sekolah yang kondusif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur mengenai kurikulum merdeka dan keterlibatan peserta didik khususnya di wilayah perbatasan, serta menawarkan wawasan praktis bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah daerah perbatasan.
Copyrights © 2026