Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Sajingan Besar, wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas, relevansi, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, namun pelaksanaannya di daerah perbatasan masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka mencakup tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar. Guru IPS telah menyusun perangkat ajar sesuai konteks lokal dan menerapkan model Problem-Based Learning serta Project-Based Learning. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman konsep sosial, berpikir kritis, dan tanggung jawab belajar. Meskipun fasilitas dan pelatihan masih terbatas, penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 3 Sajingan Besar berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di wilayah perbatasan.
Copyrights © 2026