Penelitian ini mengkaji tantangan dan strategi penerjemahan teks jurnalistik daring dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia pada artikel Tempo berjudul “Chicken Congee’s Journey Across Asia, from Ancient China to Indonesia.” Fokus utama penelitian adalah analisis leksikal, sintaksis, dan kultural yang memengaruhi akurasi dan keterbacaan terjemahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah penerjemahan yang muncul, serta mengevaluasi strategi yang digunakan penerjemah untuk menjaga makna, konteks budaya, dan gaya jurnalistik daring. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan analisis teks (text analysis) dan studi kasus terhadap artikel yang menjadi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menghadapi tantangan pada istilah kuliner dan ungkapan budaya (lexical and cultural challenges), perbedaan struktur kalimat (syntactic challenges), serta kebutuhan menyesuaikan gaya bahasa agar sesuai dengan pembaca daring. Strategi penerjemahan yang diterapkan meliputi adaptasi, transposisi, modulasi, dan parafrase deskriptif, yang memungkinkan teks terjemahan tetap informatif, mudah dipahami, dan mempertahankan nuansa budaya. Temuan penelitian menegaskan bahwa kualitas terjemahan tidak hanya bergantung pada kesetiaan terhadap teks sumber, tetapi juga pada kemampuan penerjemah dalam menyeimbangkan akurasi makna, keterbacaan, dan keberterimaan budaya bagi audiens digital.
Copyrights © 2026