Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model “Greentea School” sebagai pendekatan disiplin edukatif yang mengintegrasikan literasi sains, literasi digital, dan pengenalan konsep kecerdasan buatan melalui aktivitas klasifikasi tanaman. Program ini mentransformasi konsekuensi keterlambatan siswa dari hukuman retributif menjadi pengalaman belajar yang bermakna melalui observasi lapangan, identifikasi ciri morfologis tumbuhan, pengolahan data, serta pembuatan barcode digital sebagai katalog biodiversitas sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SMAN 1 Glenmore, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif dalam motivasi intrinsik, tanggung jawab, dan keterlibatan siswa. Selain itu, program meningkatkan kemampuan siswa dalam manajemen data, pemahaman prinsip supervised learning, serta penerapan teknologi digital secara kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa Greentea School merupakan model disiplin terintegrasi yang relevan dengan Kurikulum Merdeka dan dapat direplikasi untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus kompetensi abad ke-21.
Copyrights © 2025