Coastal communities are often identified as communities with sharp economic disparities, dense settlements, low skills, poor, slums, and low education. The poverty level is caused by the disparity in income between the entrepreneurial fishermen group and the fishing labor family group. The main problems faced by the target community groups include two areas, namely (1) low knowledge and understanding of family financial planning and (2) lack of skills to produce their own consumptive goods. The method of implementing activities is collaborative and productive. In the initial stage, a Focus Group Discussion (FGD) on the utilization of Baruga Pesisir as a community empowerment service center was conducted, followed by counseling on family financial planning, and training on the production of liquid soap for laundry and dish soap. The results of this activity are (1) the community independently took the initiative to utilize the Baruga Pesisir as a place for the education of fisherwomen, (2) the community has a level of understanding of family financial management, and (3) fisherwomen have independent soap production skills.Masyarakat pesisir seringkali diidentikkan sebagai komunitas masyarakat dengan kesenjangan ekonomi yang tajam, permukiman yang padat, rendah keterampilan, miskin, kumuh, dan Pendidikan yang rendah. Tingkat kemiskinan disebabkan oleh disparitas pendapatan yang senjang antara kelompok nelayan pengusaha dengan kelompok keluarga buruh nelayan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok masyarakat sasaran meliputi dua bidang yaitu (1) rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang perencanaan keuangan keluarga dan (2) minimnya keterampilan produksi barang kebutuhan konsumtif sehari-hari. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan manajemen keuangan keluarga dan keterampilan produksi mandiri guna mengurangi pengeluaran rumah tangga nelayan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah bersifat kolaboratif dan produktif. Di tahap awal dilakukan Focus Group Discussion (FGD) tentang pemanfaatan Baruga Pesisir, dilanjutkan dengan penyuluhan tentang perencanaan keuangan keluarga, dan pelatihan produksi sabun cair. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) masyarakat secara mandiri mengambil inisiatif untuk memanfaatkan baruga pesisir sebagai tempat untuk edukasi ibu-ibu nelayan, (2) masyarakat memiliki tingkat pemahaman tentang manajemen keuangan keluarga, dan (3) ibu-ibu nelayan memiliki keterampilan produksi sabun cuci secara mandiri.
Copyrights © 2025