Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Tinggi Gelombang Terhadap Tekanan Pada Pompa Gelombang Tipe Pelampung Imran, Hamzah Al
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 7, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.145 KB) | DOI: 10.33506/rb.v7i2.1370

Abstract

Pompa merupakan peralatan mekanis yang mengubah kerja mekanis poros menjadi energi mekanis fluida, energi yang diterima oleh fluida ini digunakan untuk menaikkan tekanan dari fluida tersebut serta untuk melawan tahanan yang terdapat pada saluran,  sehingga fungsi dari pompa ialah memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara manaikkan tekanan fluida tersebut. Penangkap energi gelombang salah satunya ialah dengan menggunakan pelampung yang bergerak secara vertikal. Pelampung didesain sedemikian rupa sehingga dapat bergerak secara kontinyu mengikuti gerakan gelombang naik turun yang datang. Maka dengan cara ini energi gelombang ditangkap melalui tabung pompa yang mempunyai lobang inlet pada bagian atas dan bawah dari tabung pompa tersebut, untuk menggerakkan piston. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tinggi gelombang (H)  terhadap tekanan (Pa) dan pengaruh periode gelombang(T) terhadap debit (Q) yang dihasilkan pada pompa gelombang tipe pelampung. Pada penelitian ini akan disimulasikan metode pompa gelombang tipe pelampung dengan arah gerakan vertikal dalam skala laboratorium. model ini diletakkan di tengah kolam simulasi gelombang dengan frekuensi dan amplitudo tertentu. Selanjutnya gerakan naik-turun pelampung akan menggerakkan poros dan akan memutar generator. Besarnya gerakan naik turun pelampung akan ditentukan oleh massa lengan dan panjang lengan. Hasil yang dicapai adalah hubungan antara tinggi gelombang (H) terhadap tekanan (Pa) pompa gelombang tipe pelampung untuk  outlet bawah dan outlet atas,  semakin tinggi gelombang maka tekanan pompa gelombang yang dihasilkan cukup besar.
Proses Abrasi Akibat Karakteristik Gelombang di Pantai Ujung Batu Kabupaten Barru Mappatoba, Andi; Fajar, Muh; Imran, Hamzah Al; Syamsuri, Andi Makbul
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.402

Abstract

Abrasi di daerah Pantai Ujung Batu sudah meresahkan masyarakat seperti hilangnya lahan perkebunan kelapa dan halaman rumah masyarakat. Abrasi yang terjadi di Pantai Ujung Batu disebabkan oleh faktor gelombang, laju kecepatan abrasi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik pantai dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik gelombang yang mempengaruhi abrasi dan pemodelan perubahan garis pantai hasil abrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptik analitik untuk mendeskripsikan subjek penelitian dengan data yang dikumpulkan, mengelola data pasang surut menggunakan metode admiralty, dan melakukan pemodelan perubahan garis pantai menggunakan Google Earth dan ArcGIS dengan perangkat lunak Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah proses abrasi yang terjadi di Pantai Ujung Batu disebabkan oleh refraksi gelombang yang terjadi akibat perubahan kedalaman air saat mendekati pantai. Refraksi gelombang memfokuskan energi pada bagian tertentu khususnya Pantai Ujung Batu yang termasuk jenis pantai berpasir (Sandy Beach) sehingga mempercepat proses abrasi. Proses abrasi juga dipengaruhi oleh pasang surut campuran condong harian ganda yang mengalami dua kali pasang dan dua kali surut dalam satu hari. Serta, perubahan garis pantai dengan panjang ±840 m, dalam jangka waktu 2013-2020 didapatkan luas abrasi 256.87 m2
Analisis Sebaran Sedimen Melayang dan Sedimen Dasar pada Sub DAS Lekopancing Kabupaten Maros Iqbal, Muhammad; Aziz, Abd.; Imran, Hamzah Al; Nenny
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 2: Oktober (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i2.677

Abstract

Sungai lekopancing adalah sebuah sungai di kabupaten Maros, beberapa kecamatan di sekitar kabupaten Maros seperti Tompobulu, Tanralili, dan moncongloe, serta kota makassar bagian utara dan timur, mengandalkan sungai lekopancing sebagai suplai air baku dan bersih untuk memenuhi kebutuhan, selain berdampak baik bagi manusia akan tetapi sungai juga dapat berdampak buruk seperti yang sering terjadi banjir, salah satu penyebab terjadinya banjir ialah sedimentasi di daerah aliran sungai(DAS) .tujuan penelitian ini untuk menganalisis volume sedimen total pada sungai lekopancing, penelitian dilaksanakan di sungai lekopancing kabupaten maros selama satu bulan yaitu pada bulan juli 2024 dengan tujuan mengetahui dampak banjir yang disebabkan oleh sedimentasi di wilayah aliran sungai lekopancing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar angkutan sedimen total yang terjadi di sungai lekopancing dengan menggunakan metode Einstein 359,88 m3/tahun dan menggunakan metode Duboys 19.900,47 m3/tahun , maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa besar angkutan sedimen total menggunakan metode Einsten lebih kecil dari angkutan sedimen total menggunakan metode Duboys.
Impact Analysis of Human Activities on Mangrove Conservation in Coastal Sulawesi Tanur, Evelin Anggelina; Imran, Hamzah Al; Angrianto, Rusdi; May, Nunang Lamaek; Anwar, Arniana
West Science Nature and Technology Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v2i04.742

Abstract

Mangrove ecosystems are invaluable coastal habitats that provide essential ecological services and support diverse flora and fauna. However, human activities have increasingly threatened the sustainability of these ecosystems, particularly in regions like Coastal Sulawesi, Indonesia. This qualitative analysis investigates the impact of human activities on mangrove conservation in Coastal Sulawesi, employing semi-structured interviews, participant observation, and document analysis. The study reveals that drivers such as aquaculture expansion, unsustainable logging, pollution, and coastal development are contributing to mangrove degradation. Stakeholder perspectives vary, with local communities emphasizing the importance of mangroves for livelihoods and culture, while government officials stress the need for balancing conservation with economic development. Existing conservation efforts include protected area designation, community-based management projects, and awareness-raising campaigns. Collaborative action involving government, NGOs, academia, and local communities is essential to promote sustainable mangrove conservation in Coastal Sulawesi.
MENGOPTIMALKAN KETERAMPILAN INDUSTRI 4.0: MEMBERDAYAKAN SISWA SMK MELALUI SOSIALISASI TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PELUANG KERJA Muhajir, Ali; Kushariyadi, Kushariyadi; Arisa, Ma’rifani Fitri; Imran, Hamzah Al; Stevani, Margaret
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26331

Abstract

Industri 4.0 merujuk pada revolusi industri terbaru yang melibatkan integrasi teknologi digital, otomatisasi, dan konektivitas data untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi dalam berbagai sektor industri. Konsep Industri 4.0 mencakup penggunaan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), analisis data, robotika, dan komunikasi mesin ke mesin (M2M). Dengan cepatnya perkembangan teknologi, beberapa pekerjaan tradisional mungkin berubah atau digantikan oleh otomatisasi. Siswa SMK yang memiliki keterampilan yang sesuai lebih mampu beradaptasi dengan perubahan ini. Fokus utama pengabdian ini Fokus utamanya adalah meningkatkan konektivitas antara peralatan, sistem, dan orang, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien. Tujuan pengabdian ini memberikan wawasan tentang pengalaman kerja akan sangat membantu seorang siswa SMK namun selain itu harus beriringan dengan skill yang sesuai di era Industri 4.0, maka dari itu pelatihan ini sangat menunjang dari segi jangka pendek juga jangka panjang. Metode pelaksanaan melalui virtual zoom dengan pendekatan metode ceramah serta diskusi interaktif. Hasil pelaksanaan pengabdian ini yaitu luaran yang diterima para siswa SMK setelah mengikuti pemaparan materi tingkat kesadaran untuk meningkatkan skill dengan kemampuan peluang kerja Internet of Things (IoT).
PKM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS INDUSTRI BATAKO RAMAH LINGKUNGAN DARI LIMBAH FABA DI PLTU NII TANASA Asraf, Asraf; Rahmatia, Rahmatia; Imran, Hamzah Al; Hamid, Ahmad; Ibnu, Nuzul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26470

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen dan peneliti ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas industri batako di sekitar area PLTU Nii Tanasa melalui pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku pembuatan batako ramah lingkungan. Program ini mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan inovasi teknologi, untuk tidak hanya mengurangi dampak lingkungan dari limbah FABA, tapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar melalui peluang ekonomi baru. Kegiatan ini mencakup serangkaian workshop, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung dalam proses produksi batako dari limbah FABA, yang telah terbukti dapat meningkatkan kekuatan dan durabilitas batako, sekaligus mengurangi biaya produksi. Hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerimaan komunitas terhadap teknologi baru dan kesadaran lingkungan, serta peningkatan kapasitas produksi dan kemandirian usaha. Program ini berpotensi besar untuk direplikasi di wilayah lain sebagai model pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui pengabdian ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mengurangi limbah industri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengaruh Pasang Surut Terhadap Difraksi Gelombang di Pulau Gusung, Kota Makassar Amaliah, Putri Arianti; Imran, Hamzah Al; Kasmawati
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/57xrvf87

Abstract

ABSTRAK: Pulau Gusung merupakan pulau pasir di pesisir Kota Makassar yang dipengaruhi oleh dinamika oseanografi, khususnya pasang surut dan gelombang laut. Interaksi gelombang dengan pulau menyebabkan terjadinya difraksi gelombang yang memengaruhi distribusi energi gelombang dan kondisi perairan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe pasang surut serta pengaruh pasang surut terhadap difraksi gelombang di Pulau Gusung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder pasang surut, angin, dan gelombang dari BMKG periode 2019–2023. Analisis pasang surut dilakukan menggunakan metode Admiralty untuk menentukan konstanta harmonik dan tipe pasang surut, sedangkan karakteristik gelombang dianalisis melalui peramalan gelombang dan perhitungan koefisien difraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Gusung memiliki tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Perbedaan elevasi muka air laut saat pasang dan surut memengaruhi nilai koefisien difraksi dan tinggi gelombang di belakang pulau. Kesimpulannya, pasang surut berperan signifikan terhadap difraksi gelombang dan berimplikasi penting bagi pengelolaan pulau kecil dan perencanaan wilayah pesisir. KATA KUNCI Pasang Surut, Difraksi Gelombang, Metode Admiralty, Pulau Gusung   ABSTRACT: Gusung Island is a sandy island located in the coastal area of Makassar City and is influenced by oceanographic dynamics, particularly tides and ocean waves. The interaction between waves and the island causes wave diffraction, which affects the distribution of wave energy and the surrounding water conditions. This study aims to analyze the tidal type and the influence of tides on wave diffraction around Gusung Island. A quantitative approach was applied using secondary data on tides, wind, and waves obtained from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) for the period 2019–2023. Tidal analysis was conducted using the Admiralty method to determine harmonic constants and tidal types, while wave characteristics were analyzed through wave forecasting and diffraction coefficient calculations. The results indicate that Gusung Island experiences a mixed tide with a predominance of diurnal characteristics. Variations in sea level elevation during high and low tide conditions affect the diffraction coefficient and wave height behind the island. In conclusion, tides play a significant role in wave diffraction and have important implications for small island management and coastal area planning. Keywords: Tides, Wave Diffraction, Admiralty Method, Gusung Island  
PENINGKATAN MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA NELAYAN MELALUI SELF PRODUCTION SKILL BARUGA PESISIR DI KABUPATEN TAKALAR Rasulong, Ismail; Anggoro KR, M. Yusuf Alfian Rendra; Imran, Hamzah Al; Rizal, Samsul; Yusuf, Muhammad; Achsanuddin, Andi Nur; Kahar, Kahar
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61951

Abstract

Coastal communities are often identified as communities with sharp economic disparities, dense settlements, low skills, poor, slums, and low education. The poverty level is caused by the disparity in income between the entrepreneurial fishermen group and the fishing labor family group. The main problems faced by the target community groups include two areas, namely (1) low knowledge and understanding of family financial planning and (2) lack of skills to produce their own consumptive goods. The method of implementing activities is collaborative and productive. In the initial stage, a Focus Group Discussion (FGD) on the utilization of Baruga Pesisir as a community empowerment service center was conducted, followed by counseling on family financial planning, and training on the production of liquid soap for laundry and dish soap. The results of this activity are (1) the community independently took the initiative to utilize the Baruga Pesisir as a place for the education of fisherwomen, (2) the community has a level of understanding of family financial management, and (3) fisherwomen have independent soap production skills.Masyarakat pesisir seringkali diidentikkan sebagai komunitas masyarakat dengan kesenjangan ekonomi yang tajam, permukiman yang padat, rendah keterampilan, miskin, kumuh, dan Pendidikan yang rendah. Tingkat kemiskinan disebabkan oleh disparitas pendapatan yang senjang antara kelompok nelayan pengusaha dengan kelompok keluarga buruh nelayan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok masyarakat sasaran meliputi dua bidang yaitu (1) rendahnya pengetahuan dan pemahaman  tentang perencanaan keuangan keluarga dan (2) minimnya keterampilan produksi barang kebutuhan konsumtif sehari-hari. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan manajemen keuangan keluarga dan keterampilan produksi mandiri guna mengurangi pengeluaran rumah tangga nelayan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah bersifat kolaboratif dan produktif. Di tahap awal dilakukan Focus Group Discussion (FGD) tentang pemanfaatan Baruga Pesisir, dilanjutkan dengan penyuluhan tentang perencanaan keuangan keluarga, dan pelatihan produksi sabun cair. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) masyarakat secara mandiri mengambil inisiatif untuk memanfaatkan baruga pesisir sebagai tempat untuk edukasi ibu-ibu nelayan, (2) masyarakat memiliki tingkat pemahaman tentang manajemen keuangan keluarga, dan (3) ibu-ibu nelayan memiliki keterampilan produksi sabun cuci secara mandiri.