Biosorben merupakan material padat yang pada umumnya berpori, yang digunakan untuk menyerap molekul adsorbat dalam suatu proses adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi tanin dari daun ketapang (Terminalia catappa) dan mengkaji efektivitasnya sebagai biosorben dalam penyerapan logam berat timbal (Pb²⁺) dengan aktivasi menggunakan NaOH. Proses aktivasi dilakukan dengan merendam serbuk tanin dalam larutan NaOH 0,1 N selama 24 jam, kemudian dianalisis karakteristik biosorben menggunakan FTIR dan SEM untuk mengetahui gugus fungsi aktif serta morfologi pori-pori. Variabel bebas yang diuji adalah massa biosorben (0,2; 0,4; 0,6; 0,8 dan 1 gram) dan waktu kontak (30, 45, 60, 75, 90 menit), sementara variabel terikat meliputi kapasitas penyerapan, persen penyerapan, dan isoterm adsorpsi. Analisis konsentrasi Pb²⁺ dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan massa biosorben dan waktu kontak meningkatkan efisiensi penyerapan Pb²⁺ hingga mencapai 99,45% dengan kapasitas maksimum 12,20 mg/g pada massa 1 gram dan waktu 90 menit. Kurva isoterm Langmuir (R² = 0,9999) lebih sesuai menggambarkan mekanisme adsorpsi dibandingkan isoterm Freundlich (R² = 0,9149), menandakan adsorpsi berlangsung secara monolayer pada permukaan homogen. Aktivasi kimia dengan NaOH berhasil meningkatkan luas permukaan dan porositas biosorben yang mendukung penyerapan logam Pb²⁺. Studi ini menegaskan bahwa tanin daun ketapang yang teraktivasi secara kimia merupakan biosorben yang efektif dan potensial untuk aplikasi pengolahan limbah cair mengandung logam berat.
Copyrights © 2025