Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Saus Cabai Menggunakan Bahan Pengawet Alami Kitosan Rauzatun Jannah; Suryati Suryati; Masrullita Masrullita; Sulhatun Sulhatun; Ishak Ishak; Raudhatul Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.9129

Abstract

Saus merupakan salah satu bahan penyedap dan penambah cita rasa pada makanan yang diolah dari bahan utama maupun bahan pendukung lainnya. Kualitas produk saus dapat dilihat dari pengolahan cabai yang matang berkualitas baik sehingga didapatkan suatu produk yang berbentuk cairang kental seperti pasta, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan saus sambal ini ialah cabai merah yang segar, tomat,bawang putih, gula, air, asam cuka dan bahan pengental seperti tepung maizena. Adapun bahan tambahan yang digunakan sebagai bahan pendukung dalam pengolahan saus sambal yaitu kitosan dari kulit udang sebagai bahan pengawet alami, buah pepaya sebagai bahan pengental dan wortel yang digunakan sebagai pewarna alami, penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, dalam pembuatan saus sambal ini menggunakan empat variabel yaitu dengan membedakan masing-masing kosentrasi kitosan ; 0,5 %, 1%, 1,5%, dan 2 %. Untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan pengawet  kitosan dalam saus sambal dan ketahan daya simpan suatu produk, maka diperlukan analisa kadar air, analisa derajat keasaman (pH), analisa viskositas, analisa jamur ( angka kapang dan khamir)dan analisa bakteri(angka lempemg total). Kandungan kadar air terendah pada saus cabai menggunakan kosentrasi kitosan 2% yaitu pada minggu ketiga yaitu 20,53%. Nilai pH terbaik yang diperoleh terdapat pada kosentrasi kitosan 2% yaitu 3,11. Kitosan mampu menekan pertumbuhan bakteri serta dapat memperpanjang umur simpan saus sampai dengan 21 hari pada kosentrasi 1,5 % dan 2% yang disimpan pada suhu ruangan.
APLIKASI PID LEVEL CONTROL PADA THREE PHASE SEPARATOR (221-D9002) PT PERTAMINA EP CEPU DENGAN MENGGUNAKAN HYSYS INTERCAFE MATLAB Muhammad Razin; Nasrul ZA; Muhammad Muhammad; Lukman Hakim; Rizka Mulyawan; Raudhatul Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.8801

Abstract

Penelitian Sistem kontrol Proportional, Integral dan Derivative (PID) merupakan kontroller untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tersebut (Feed back). Separator adalah tabung yang mempunyai tekanan dimana berfungsi untuk memisahkan fluida dari sumur pengeboran menjadi cairan, cairan dan gas untuk alat three phase separator dengan prinsip kerja yang sama yaitu pemisahan berdasarkan perbedaan densitas. Adapun metodologi penelitian ini adalah membuat model steady state Three Phase Separator, kemudian mengubah model steady state menjadi model dynamic, lalu membuat model kontrol PID, setelah itu melakukan tuning terhadap kontrol PID dan melakukan pengujian terhadap kontrol PID, dengan melakukan gangguan pada set point. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan waktu respon tercepat terhadap gangguan pada level control serta mendapatkan variable Kc, Ti dan Td terbaik. Hasil dari pengaplikasian sistem kontrol PID maka didapatkan waktu tercepat yaitu 0.51 menit dengan nilai Kc= 18,5 Ti= 27,5 dan Td=0,1542 pada setpoint 36-38% Sedangkan waktu terlama pada hasil pengujian kontrol PID dengan mengubah level dari 40% menjadi 38%, yaitu 0,54 menit dengan nilai Kc= 18,5, nilai Ti=27,5 dan Td= 0,1542.
Diseminasi Pengetahuan Material Terbarukan Berbasis Biomassa melalui Webinar sebagai Upaya Peningkatan Literasi Teknologi Berkelanjutan Yani, Firda Tirta; Fitriani; Zulnazri; Raudhatul Ulfa; Fahrizal Nasution; Ledy Mahara Ginting; Faisal; Iqbal Kamar
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25405

Abstract

Pengembangan literasi dan kapasitas masyarakat akademik dalam bidang material terbarukan menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan untuk memperluas pemahaman peserta mengenai rekayasa proses material berbasis biomassa, khususnya produksi nanoselulosa serta pengembangan biokomposit film dan board. Webinar dilaksanakan secara daring dengan melibatkan narasumber dari BRIN dan diikuti oleh peserta dari berbagai institusi pendidikan dan sektor industri. Tahap persiapan mencakup koordinasi tim, penentuan topik, penyusunan materi, pembuatan media publikasi, serta pengumpulan data registrasi peserta. Hasil registrasi menunjukkan bahwa 67,2% peserta telah mengetahui nanoselulosa, sementara 53,7% memahami konsep biokomposit, mencerminkan adanya variasi pengetahuan awal yang perlu dijembatani melalui kegiatan edukatif. Pelaksanaan webinar berlangsung efektif dengan penyampaian materi yang mendalam mengenai teknologi pemrosesan biomassa, prinsip produksi nanoselulosa, dan aplikasi biokomposit sebagai material ramah lingkungan. Webinar dihadiri oleh 75 peserta. Evaluasi kegiatan menunjukkan respons positif terhadap kualitas materi dan relevansi tema terhadap kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak teoritis dan praktis berupa peningkatan literasi peserta, mendorong riset lanjutan, serta memperkuat pemahaman mengenai pemanfaatan biomassa dalam mendukung implementasi ekonomi sirkular. Hasil ini menegaskan bahwa kegiatan webinar berperan strategis dalam memperluas pengetahuan dan memfasilitasi kolaborasi di bidang material terbarukan.
ISOLASI TANIN DARI DAUN KETAPANG (TERMINILIA CATAPPA) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM TIMBAL PB2+ DENGAN AKTIVATOR NAOH Dwi Dear Asrianda Damanik; Meriatna; Masrullita; Wiza Ulfa Fibarzi; Raudhatul Ulfa; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23769

Abstract

Biosorben merupakan material padat yang pada umumnya berpori, yang digunakan untuk menyerap molekul adsorbat dalam suatu proses adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi tanin dari daun ketapang (Terminalia catappa) dan mengkaji efektivitasnya sebagai biosorben dalam penyerapan logam berat timbal (Pb²⁺) dengan aktivasi menggunakan NaOH. Proses aktivasi dilakukan dengan merendam serbuk tanin dalam larutan NaOH 0,1 N selama 24 jam, kemudian dianalisis karakteristik biosorben menggunakan FTIR dan SEM untuk mengetahui gugus fungsi aktif serta morfologi pori-pori. Variabel bebas yang diuji adalah massa biosorben (0,2; 0,4; 0,6; 0,8 dan 1 gram) dan waktu kontak (30, 45, 60, 75, 90 menit), sementara variabel terikat meliputi kapasitas penyerapan, persen penyerapan, dan isoterm adsorpsi. Analisis konsentrasi Pb²⁺ dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan massa biosorben dan waktu kontak meningkatkan efisiensi penyerapan Pb²⁺ hingga mencapai 99,45% dengan kapasitas maksimum 12,20 mg/g pada massa 1 gram dan waktu 90 menit. Kurva isoterm Langmuir (R² = 0,9999) lebih sesuai menggambarkan mekanisme adsorpsi dibandingkan isoterm Freundlich (R² = 0,9149), menandakan adsorpsi berlangsung secara monolayer pada permukaan homogen. Aktivasi kimia dengan NaOH berhasil meningkatkan luas permukaan dan porositas biosorben yang mendukung penyerapan logam Pb²⁺. Studi ini menegaskan bahwa tanin daun ketapang yang teraktivasi secara kimia merupakan biosorben yang efektif dan potensial untuk aplikasi pengolahan limbah cair mengandung logam berat.