Permasalahan sampah organik di Indonesia masih menjadi tantangan serius karena sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa dimanfaatkan, sehingga memicu pencemaran lingkungan. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) juga menghadapi peningkatan volume sampah seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dan aktivitas akademik. Untuk mengatasinya, tim Green Cycle menginisiasi pengolahan sampah organik dari kantin kampus menjadi pupuk kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan komposter sederhana. Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi warga kampus dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan berlangsung pada Agustus–Oktober tahun 2025 di Laboratorium Kehutanan Unsulbar. Rangkaian kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak kampus dan pengelola kantin, pembuatan komposter, pengisian sampah organik yang dicacah, hingga pemeliharaan dan panen. Proses pengolahan menggunakan bioaktivator EM4 dan molase untuk mempercepat fermentasi, dengan komposter yang dilengkapi lubang aerasi dan kran penampung cairan. Hasil pemanfaatan alat komposter sederhana ini menunjukkan POC dapat dipanen sejak minggu pertama fermentasi, sedangkan pupuk kompos padat dipanen setelah 3 bulan. Program ini efektif untuknmengurangi volume sampah organik yang dibuang ke TPA, menghasilkan produk ramah lingkungan untuk kesuburan tanaman, serta meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi warga kampus terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025