Zakiyah, Andi Mawaddah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Alat Komposter Sederhana dalam Produksi Pupuk Kompos dan Pupuk Organik Cair (POC), Solusi Berkelanjutan untuk Pengelolaan Limbah Organik di Universitas Sulawesi Barat Zakiyah, Andi Mawaddah; Utami A, Widyanti; Nasir Badu, Muhammad; Anggraini Adhisty, Weny; Fitriani Maskur, Nur; Nurfadilla, Nurfadilla; Piter, Piter; Susilo, Aliyah
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah organik di Indonesia masih menjadi tantangan serius karena sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa dimanfaatkan, sehingga memicu pencemaran lingkungan. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) juga menghadapi peningkatan volume sampah seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dan aktivitas akademik. Untuk mengatasinya, tim Green Cycle menginisiasi pengolahan sampah organik dari kantin kampus menjadi pupuk kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan komposter sederhana. Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi warga kampus dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan berlangsung pada Agustus–Oktober tahun 2025 di Laboratorium Kehutanan Unsulbar. Rangkaian kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak kampus dan pengelola kantin, pembuatan komposter, pengisian sampah organik yang dicacah, hingga pemeliharaan dan panen. Proses pengolahan menggunakan bioaktivator EM4 dan molase untuk mempercepat fermentasi, dengan komposter yang dilengkapi lubang aerasi dan kran penampung cairan. Hasil pemanfaatan alat komposter sederhana ini menunjukkan POC dapat dipanen sejak minggu pertama fermentasi, sedangkan pupuk kompos padat dipanen setelah 3 bulan. Program ini efektif untuknmengurangi volume sampah organik yang dibuang ke TPA, menghasilkan produk ramah lingkungan untuk kesuburan tanaman, serta meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi warga kampus terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Unequal Value Capture in Non-TimberForest Product Chains with Evidence fromPine Resin Processing in Rural Indonesia Zakiyah, Andi Mawaddah; Pratiwi, Rini; Astina, Astina; Utami A, Widyanti
Jurnal Wasian Vol. 13 No. 01 (2026): June
Publisher : Forestry Department, University of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62142/h3q6w153

Abstract

This study examines unequal value capture within the pine resin value chain as a locally important non-timber forest product (NTFP) in rural Indonesia (Sasaka Village, West Sulawesi Province). Using a quantitative descriptive approach, data were collected through field observations, interviews, and a census of 33 active resin tappers, complemented by information from intermediaries and processing industries. The analysis identifies three main marketing channels involving farmers, intermediaries, and a processing industry that transforms raw resin into higher-value products, namely rosin (gondorukem) and turpentine. Results show that both marketing and profit margins are highly uneven across the value chain. While farmers receive a stable price of IDR 10,000/kg, the processing industry captures the largest share of value, with margins reaching IDR 13,000/kg for rosin and IDR 63,000/kg for turpentine. Profit margins are similarly concentrated at the industrial level, particularly for turpentine (IDR 60,288/kg), reflecting economies of scale, processing capacity, and access to export markets. These findings demonstrate clear unequal value capture within the pine resin value chain, where upstream actors receive a relatively small share of the total economic benefits despite their critical role in production. This pattern indicates structural inefficiencies and imbalances in the marketing system. Strengthening farmer bargaining power, improving access to processing technologies, and promoting more equitable market linkages are essential to enhance inclusiveness and ensure the long-term sustainability of NTFP-based livelihoods.