Produksi durian nasional mencapai 500–700 ribu ton per tahun, dengan Kabupaten Jember menyumbang sekitar 3.402 ton. Peningkatan produksi durian di Desa Klungkung Jember, menimbulkan permasalahan lingkungan akibat penumpukan limbah kulit durian yang sulit terurai. Limbah berpotensi mencemari udara, air, dan menghasilkan gas berbahaya seperti CH₄, NH₃, dan H₂S. Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian Kelompok Tani Hutan (KTH) Santoso. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi berbasis partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari skor rata-rata pre-test 4 menjadi post-test 7. Uji aktivasi menunjukkan bahwa jeruk nipis menghasilkan arang aktif dengan kejernihan tertinggi dibandingkan KOH dan NaOH. Dampak kegiatan meliputi pengurangan limbah organik, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan kesadaran lingkungan. Program ini terbukti efektif dalam mengimplementasikan teknologi tepat guna berbasis potensi lokal yang mendukung ekonomi sirkular dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan
Copyrights © 2025