Pendidikan inklusif menuntut adanya penerimaan positif dari seluruh warga sekolah terhadap keberagaman peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Salah satu elemen penting yang berperan dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif adalah layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan dan konseling dalam meningkatkan penerimaan siswa terhadap pendidikan inklusif berdasarkan temuan-temuan penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain kajian pustaka. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah yang relevan melalui Google Scholar dengan fokus pada topik pendidikan inklusif dan bimbingan konseling. Analisis data dilakukan melalui proses pengorganisasian literatur, sintesis temuan, dan identifikasi tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berperan penting dalam membangun sikap empati, meningkatkan komunikasi sosial, serta mendorong kolaborasi antara siswa reguler, siswa berkebutuhan khusus, guru, dan orang tua. Selain itu, keberhasilan peran bimbingan dan konseling dalam pendidikan inklusif dipengaruhi oleh kompetensi guru BK, dukungan sekolah, serta ketersediaan sarana pendukung. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan layanan bimbingan dan konseling merupakan strategi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan inklusif yang kondusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025