Kebugaran jasmani memiliki peran esensial dalam meningkatkan kualitas hidup anak, termasuk anak-anak dengan hambatan intelektual (tunagrahita). Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya masih bersifat makro dan belum menyentuh konteks lokal serta perbedaan kategori intelektual dan gender secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kebugaran jasmani berdasarkan jenis kelamin dan tingkat hambatan intelektual, menganalisis perbedaan performa kebugaran antar kelompok, dan memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan pendidikan jasmani yang inklusif dan individualisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Hasil penelitian yang didapatkan antara lain, pada kategori sedang pada Level 2, (6/60% laki-laki; 8/72,7% Perempuan), Kurang (1/10% Laki-laki, 2/18,2% Perempuan), Baik (3/30% laki-laki, 1/9,1% Perempuan). Sedangkan pada level 3, (6/60% laki-laki; 5/55,6% Perempuan), Kurang (2/20% Laki-laki, 3/33,3% Perempuan), Baik (2/20% laki-laki, 1/11,1% Perempuan). Penelitian ini menunjukkan implikasi pada pentingnya asesmen adaptif yang mempertimbangkan faktor jenis kelamin dan level hambatan intelektual atau kognitif siswa tunagrahita dalam perancangan program PJOK yang lebih terperinci untuk masing-masing individu.
Copyrights © 2025